JawaPos Radar

Penjelasan Badan Geologi ESDM Penyebab Gempa Palu yang Picu Tsunami

29/09/2018, 14:07 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Penjelasan Badan Geologi ESDM Penyebab Gempa Palu yang Picu Tsunami
Gempa bumi di Palu dan Donggala menyebabkan kerusakan bangunan (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Gempa bumi 7,7 SR mengguncang wilayah Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 km yang bersumber dari 80 km sebelah barat laut kota Palu. Gempa susulan kemudian terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut dengan magnitude terbesar 6,3 dan terkecil 2,9 skala richter (SR).

Setelah diketahui, kondisi geografis Kota Palu ternyata merupakan kontur rendah yang dikelilingi bukit. Hal itu kemudian dispekulasikan menjadi salah satu penyebab gempa di wilayah tersebut. Benarkah demikian?

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar mengungkapkan, secara geografis kontur rendah memang akan membuat wilayah tersebut mudah terkena tsunami.

Penjelasan Badan Geologi ESDM Penyebab Gempa Palu yang Picu Tsunami
Tsunami akibat gempa bumi di Kota Palu menyebabkan sebuah kapal terseret ke daratan (Istimewa)

Namun, Rudy menyebut pemicu sebenarnya dari tsunami tersebut karena adanya gempa dangkal yang dipicu aktivasi sesar geser Palu-Koro.

"Kalau dari sisi geografis pasti. Karena tsunami itu salah satu medianya adalah bentuk geografis dari pantai. Jadi itu kan teluk ya," kata Rudy kepada JawaPos.com, Sabtu (29/9).

"Kebetulan triggernya ada gempa dangkal di Donggala. Itu tersambung dengan yang namanya Palu-Koro, zona lemah Palu Koro yang membentang hampir Utara Selatan. Nah kemungkinan karena ini gempa di darat, itu ada longsoran di lautnya. Ini masih perkiraan," sambungnya.

Ia menjelaskan, penyebab terjadinya tsunami juga diakibatkan karena adanya pergeseran lempeng di zona lemah. Hal itu kemudian memicu perubahan pada morfologi bawah laut.

"Karena kalau untuk tsunami harus ada dislokasi. Kayak di Aceh pada saat terjadi pergeseran (lempeng) ada dislokasi, ada yang rontok lah. Ini juga kemungkinan adanya longsoran di sepanjang patahan itu (laut sekitaran donggala)," jelas dia.

Saat ini, Rudy menyebutkan jika tim Badan Geologi telah berangkat menuju Palu dan Donggala untuk melakukan analisa. Diperkirakan, hasil analisa ini akan keluar dalam waktu 2-3 hari ke depan.

Terkait potensi tsunami lagi, pihaknya tidak bisa memastikan lantaran kondisi alam yang tidak menentu.

"Tergantung gempanya. Tidak bisa kita prediksi. Kalau ada yang membahayakan akan warning lagi. Menganalisa ini kira-kira 2-3 hari," tandasnya.

(hap/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 29/09/2018, 14:07 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 29/09/2018, 14:07 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 29/09/2018, 14:07 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 29/09/2018, 14:07 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 29/09/2018, 14:07 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 29/09/2018, 14:07 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 29/09/2018, 14:07 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up