JawaPos Radar

15 Persen Pengeluaran Orang Indonesia untuk Biayai Penyakit Kronis

29/09/2018, 12:21 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
15 Persen Pengeluaran Orang Indonesia untuk Biayai Penyakit Kronis
Ilustrasi: rata-rata 15 persen pengeluaran masyarakat Indonesia untuk membiayai pengobatan penyakit kronis. (hellosehat)
Share this image

JawaPos.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan semakin berat bebannya karena menanggung biaya penyakit kronis dan degeneratif. Penyakit itu kini bergeser pada usia muda akibat gaya hidup tak sehat. Di antaranya, diabetes, hipertensi, kolesterol, stroke, ginjal dan kanker. Atas dasar itu, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membuat semua orang wajib dilindungi asuransi kesehatan.

Meski begitu, asuransi komersial untuk melindungi seseorang agar memiliki jaminan kesehatan juga masih tinggi peminatnya. Sebab, rata-rata setiap bulan masyarakat saat ini harus merogoh 15 persen hanya untuk berobat membiayai penyakit kronis.

"Beban biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk pengobatan mencapai rata-rata 12-15 persen. Pembiayaan ini akan menjadi lebih mudah, jika masyarakat mempersiapkannya sejak dini melalui asuransi," kata Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch, baru-baru ini.

15 Persen Pengeluaran Orang Indonesia untuk Biayai Penyakit Kronis
Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch dalam peluncuran produk asuransi terkait investasi (unit link) terbarunya, yaitu PRUlink generasi baru dan PRUlink syariah generasi baru. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Hal itu terlihat dalam hasil survei asuransi Prudential, di mana mayoritas konsumen menekankan kebutuhan mereka untuk mempersiapkan biaya rumah sakit serta perlindungan sakit kronis. Hal itu masih menjadi pilihan utama selain pendidikan dan masa pensiun.

"Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, mana yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih," kata Jens Reisch dalam peluncuran produk asuransi terkait investasi (unit link) terbarunya, yaitu PRUlink generasi baru dan PRUlink syariah generasi baru.

Berusaha memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia, Prudential punya dua produk baru, yaitu PRUtotal & permanent disablement dan PRUcritical hospital cover. Keduanya memiliki opsi konvensional maupun syariah, serta dana investasi sesuai toleransi risiko nasabah.

"Kami memberikan PRUbooster proteksi, di mana nasabah dapat memilih agar uang pertanggungannya meningkat setiap tahun, tanpa perlu pernyataan kesehatan," kata Jens Reisch.

Menurut Reisch, dua produk tersebut mampu menjadi solusi di saat biaya pengobatan masih tinggi. Ditambah lagi, meningkatnya penyakit degeneratif. Selain itu, banyak pula masyarakat kaum urban yang mengalami sakit bergeser di usia lebih muda.

"Kami menanggung pengobatan pasien untuk beberapa penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal, serangan jantung, stroke dan lainnya," pungkas Reisch.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up