JawaPos Radar

Raperda Terkait Reklamasi Mandek, Komisi D: Anies Gagal Paham

29/09/2018, 12:14 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Raperda Terkait Reklamasi Mandek, Komisi D: Anies Gagal Paham
Ilustrasi: Raperda terkait reklamasi masih mandek. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rekalmasi 13 pulau telah dicabut izin prinsip dan diberhentikan pengerjaannya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun ternyata, rancangan peraturan daerah (raperda) terkait reklamasi masih 'mandek'.

Anggota Komisi D DPRD DKI Pantas Nainggolan menilai, ada beberapa hal yang membuat proses raperda berjalan tidak mulus. Salah satunya gagal paham Anies dalam mengartikan raperda terkait reklamasi tersebut.

Kedua Raperda itu adalah tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta dan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).

"Mandeknya itu sebenarnya karena pertama ada kasus dulu, kedua setelah Anies jadi karena terlanjur dalam janji politiknya kampanye menolak reklamasi itu yang terjadi. Maka sebagian anggota DPRD DKI menyerahkan Raperda ke Anies, penyerahan dianggap Anies penarikan. Dia gagal paham," tuturnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (29/8).

Pantas mengatakan dua raperda itu belum dapat ditarik sebenarnya dengan alasan belum memenuhi syarat hukum. Dia menjelaskan syarat hukum yang berlaku dalam penarikan raperda harus dibahas lewat paripurna.

"Sampai sekarang belum ada paripurna untuk menarik itu, hanya beberapa waktu dulu sebagian anggota DPRD menyerahkan tetapi penyerahan itu bukan penarikan ya," tegasnya.

Menurut Pantas, suatu kesalahan jika Anies menarik kedua raperda itu. Sebab Pemprov DKI harus ingat reklamasi menjadi bagian dari Keppres 52/1995. Tugas DKI adalah menata, mengelola kawasan ketika sudah menjadi daratan.

"Sampai saat ini tata ruang DKI masih laut, jadi hukum tata ruang DKI belum bisa diterapkan di situ. Pak Anies harus mengerti itu," tandasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up