JawaPos Radar

International Tour de Banyuwangi Ijen 2018

Pembalap PGN Berambisi Pertahankan Red & White Jersey

29/09/2018, 10:59 WIB | Editor: Banu Adikara
International Tour de Banyuwangi Ijen 2018, Banyuwangi, Kawah Ijen, balap sepeda
Jamal Hibatullah menjadi pembalap Indonesia tercepat di ITdBI 2018 (Lionel Erfan for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Pembalap muda PGN Road Cycling Team Jamal Hibatullah berhasil merebut Red & White Jersey pada etape ketiga International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018. Red & White Jersey adalah simbol pembalap Indonesia tercepat di ajang ini.

Pembalap yang masih berusia 21 tahun ini memang gagal menjadi yang tercepat pada etape ketiga ITdBI 2018, Jumat (28/9). Ia finish ke-12 dengan selisih 1 menit dan 46 detik dari pemenang etape kedua Jesse Ewart asal Team Sapura Cycling.

Menempati posisi ke-12 pada etape ketiga sudah cukup bagi Jamal untuk merebut Red & White Jersey dari tangan Selamat Juangga, pembalap KFC Cycling Team. Selain memperoleh Red & White Jersey, Jamal juga mendapatkan uang tunai seberar Rp 2 juta.

“Apa yang saya capai hari ini merupakan buah kerja sama semua elemen dalam tim ini. Kami semua bekerja untuk kemenangan tim di Banyuwangi ini,” kata Jamal seusai balapan.

Sebagai pembalap dengan tipikal climber alias pendaki, Jamal memang ‘tenggelam’ di barisan para sprinter pada 50 km pertama etape ini. Ia baru unjuk gigi pada tanjakan pertama dan kedua di Sumberbulu dan Pakel.

“Ketika memasuki tanjakan, saya berusaha mengejar rombongan terdepan. Setelah tanjakan kedua, saya mengayuh sekencang-kencangnya hingga garis finis,” imbuh peringkat keenam klasemen umum Tour de Singkarak 2017 itu.

Setelah berhasil merebut Red & White Jersey pada etape ketiga, Jamal akan berhadapan dengan dengan medan-medan super berat menuju lereng Gunung Ijen pada etape keempat, Sabtu (29/9) hari ini.

Etape keempat yang merupakan merupakan etape terakhir, akan menempuh jarak 127.2 km. Para pembalap akan start dari Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran dan finish di Paltuding Ijen, Kecamatan Licin.

Jamal memiliki ambisi tersendiri pada etape keempat. Sebagai pembalap dengan tipikal pendaki, ia tertantang untuk menaklukkan lereng Gunung Ijen yang dikenal sebagai ‘neraka’ bagi para pembalap itu.

“Saya akan berusaha untuk bisa finis di posisi terbaik, serta mempertahankan Red & White Jersey yang telah saya rebut pada etape ketiga,” tegasnya.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up