JawaPos Radar

Di Era Millennials Dibutuhkan Guru dengan Kompetensi Abad 21

29/09/2018, 10:58 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
era millennials, guru,
Pakar Pendidikan Abad 21 Indra Charismiadji mengatakan, seleksi CPNS untuk guru harus menjawab kebutuhan pendidikan abad 21. Di era millennials ini guru yang dibutuhkan adalah guru dengan kompetensi abad 21 (Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Pakar Pendidikan Abad 21 Indra Charismiadji mengatakan, seleksi CPNS untuk guru harus menjawab kebutuhan pendidikan abad 21. Di era millennials ini guru yang dibutuhkan adalah guru dengan kompetensi abad 21.

"Guru harus bisa mendorong siswanya menjadi anak yang kreatif, inovatif. Selain itu juga bisa memanfaatkan teknologi modern dengan baik. Jangan hanya bisa main Facebook saja," katanya, Sabtu, (29/9).

Guna mendapatkan guru yang berkualitas, terang Indra, sistem seleksi CPNS dilakukan dengan penilaian psikologi dan kompetensi sebab pendidikan millennials membutuhkan solusi dari hasil evaluasi bahan ajar. Ini pentig untuk mendorong siswa mampu menyelesaikan masalah.

"Di era millennials yang dibutuhkan anak-anak yang tidak nurut, mereka harus kritis. Kalau hanya nurut, bagaimana mau sukses di abad 21," kata Indra.

Selain itu, lanjut dia, para calon guru itu harus dicek media sosialnya. Kalau media sosialnya hanya berisi ujaran kebencian sebaiknya dicoret saja.

"Saat ini jadi guru merupakan profesi yang sangat menarik sebab ada tunjangan profesi. Makanya banyak mahasiswa berlomba-lomba jadi guru demi gaji yang lumayan besar," ujar Indra.

Padahal guru yang dibutuhkan hanya kurang dari tiga juta. Dikhawatirkan kalau jumlah mahasiswa keguruan terlalu banyak maka akan ada lulusan jurusan guru yang tak mendapatkan pekerjaan. Mereka mau disalurkan di mana, ini harus dipikirkan.

Dalam kesempatan itu, Indra juga megucapkan terima kasih kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang telah memberinya penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia. "Orang biasa seperti saya bisa meraih ini, sukses terus untuk IGI dalam memajukan pendidikan Indonesia."

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up