JawaPos Radar

Hari Jantung Sedunia

7 Gaya Hidup Sehat Demi Jantung Sehat

29/09/2018, 10:53 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
7 Gaya Hidup Sehat Demi Jantung Sehat
Lakukan olahraga ringan selama 30 menit setiap harinya untuk menjaga jantung tetap sehat (Cosmopolitan)
Share this image

JawaPos.com - Hari Jantung Sedunia merupakan inisiatif tahunan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna menghindari penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), serta risiko-risiko terkait penyakit tersebut.

Gaya hidup yang sibuk cenderung membuat konsumsi makanan sambil bepergian. Padahal, hal itu mengakibatkan pemilihan makanan yang terkadang tinggi kalori, lemak, gula dan garam. Hasilnya, 39 persen dari orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dikategorikan kelebihan berat badan dan dan 13 persen sebagai obesitas.

Pemilihan makanan dengan kalori tinggi tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, pembunuh nomor satu di dunia yang membunuh lebih dari 17,7 juta jiwa setiap tahun.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2013 menemukan bahwa prevelensi penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 2,1 persen dari total penduduk. Dari jumlah itu, 39 persen dari mereka berusia di bawah 44 tahun, dan 22 persen dari mereka berusia antara 15-35 tahun.

Kementerian Kesehatan tahun 2016 menyatakan bahwa biaya penyakit jantung menghabiskan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga Rp 6,9 triliun per tahun.

"Penyakit jantung merupakan penyakit degeneratif. Semua orang memiliki risiko untuk terkena penyakit jantung. Namun, sekarang makin banyak orang-orang muda yang sudah terkena sakit jantung, dan kebanyakan penyebabnya adalah gaya hidup," kata ahli jantung dr. Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA FSCAI, FAPSIC dari Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) dan Pokja Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam keterangan tertulis Philips, Jumat (28/9).

7 Gaya Hidup Sehat Demi Jantung Sehat
Merokok bisa menjadi pemicu penyakit kardioaskular. Oleh karena itu, jauhi dan stop merokok. (boldsky)

Kemudian, lanjut Antonia, obesitas dan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor terbesar pada PJK, dan angka kejadiannya lebih banyak terjadi di kota ketimbang di desa. Artinya, masyarakat perkotaan lebih rentan terhadap gaya hidup tidak sehat.

Oleh karena itu, Antonia memberikan beberapa tips untuk mencegah penyakit jantung dan merawat kesehatan jantung. Caranya dengan membiasakan gaya hidup sehat dimulai dari keluarga sejak anak hingga dewasa.

1. Olahraga

Perubahan kecil pada gaya hidup yang dapat memberikan perbedaan besar bagi kesehatan jantung kita. Melakukan olahraga ringan selama 30 menit sehari.

2. Pola Makan

Hindari makanan minuman tinggi gula, garam, dan lemak. Makan makanan yang sehat dan seimbang dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular. Salah satu kunci untuk jantung yang sehat adalah pola makan yang sehat dan bergizi, tetapi ini bukan berarti kita tidak bisa lagi menikmati hidangan lezat yang kita sukai. Masakan rumahan yang dibuat sendiri memiliki kekuatan yang tidak tertandingi dalam meningkatkan kesehatan.

3. Aktif Bergerak

Caranya dapat dimulai dengan membiasakan anak bermain di luar rumah atau yang bersifat bergerak. Hindarkan anak remaja untuk duduk seharian, dan awasi penggunaan gawai secara bijaksana.

4. Jaga Berat Badan

Jaga berat badan ideal, jangan kegemukan. Hindari mengemil camilan tak sehat.

5. Jauhi dan Stop Rokok

Jauhi rokok dan asapnya. Sebab, merokok menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

6. Istirahat Cukup

Beristirahatlah dengan cukup. Jangan kelelahan dan cukup tidur agar jantung sehat dan tubuh bugar.

7. Medical Cek Up

Periksa kesehatan secara berkala walaupun tidak ada keluhan atau gejala penyakit. Cek gula darah, tekanan darah, dan kolesterol adalah hal wajib.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up