JawaPos Radar

Cakupan Imunisasi MR di Riau Masih 28,7 Persen

29/09/2018, 07:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Cakupan Imunisasi MR di Riau Masih 28,7 Persen
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau masih berupaya memenuhi target pencapaian imunisasi campak Measles dan Rubella atau yang dikenal MR. Hingga saat ini, sudah 28,7 persen anak yang sudah diberikan imunisasi tersebut.

"Itu menurut data per tanggal 27 September kemarin," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, kepada JawaPos.com, Jumat (28/9).

Dijelaskan Mimi, pihaknya menargetkan 95 persen atau 1.955.658 jumlah anak yang berusia sembilan bulan sampai dengan di bawah usia 15 tahun di 12 kabupaten/kota di Riau.

Namun ternyata, hal itu belum mencapai target. Padahal, seharunya hingga akhir September ini imunasi MR tersebut sudah menyasar ke 60 persen dari jumlah anak tersebut.

Tentunya hal ini menjadi pemikiran bagaimana cara agar imunasi MR dapat memenuhi target. Terlebih lagi, saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengeluarkan pernyataan bahwa akan memperpanjang pelaksanaan campak rubella ini. "Diperpanjang berdasarkan surat dari Menkes sampai Oktober nanti," kata Mimi.

Perpanjangan tersebut, tertuang dalam surat edaran yang disampaikan oleh Menkes dengan Nomor : SR.02.06/Menkes/573/2018 tentang Waktu Pelaksanaan Kampanye Imunis-asi Measles Rubella (MR) Fase II tertanggal 20 September 2018.

Isinya, menindaklanjuti surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/45/2017 tanggal 31 Januari 2017, tentang Pelaksanaan Kampanye dan Introduksi Measles Rubella di Indonesia. Disampaikan 
bahwa, pertama capaian sampai dengan tanggal 20 September 2018 secara nasional adalah 48,8  persen.

Kedua, sesuai dengan masukan Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) cakupan imunisasi yang diyakini mampu memberikan kekebalan kepada 
masyarakat dan mampu memutus rantai penularan adalah minimal 95% dari sasaran yang ada disetiap wilayah epidemiologis dan atau administrasi 
pemerintahan. 

Ketiga, tantangan dan permasalahan dalam pelaksanaan introduksi dan kampanye MR fase belum semuanya dapat diselesaikan secara tuntas; sehingga pencapainnya kurang optimal di beberapa daerah. 

Mencermati hal tersebut di atas, Pemerintah memberikan kesempatan bagi seluruh provinsi untuk melanjutkan pelayanan imunisasi MR sampai dengan tanggal 31 Oktober 2018. 

Dinas Kesehatan  di daerah diharapkan, agar  dapat mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Serta waktu yang tersisa agar target capaian imunisasi MR sebesar 95% dapat si wujudkan bersama dan merata di seluruh tingkatan administrasi layanan. 

Dengan keputusan menteri ini, Mimi berharap, agar masyarakat dapat berperan aktif mengikuti imunisasi tersebut. Terlebih lagi, masyarakat tak perlu mengkhawatirkan permasalah halal atau haramnya vaksin ini. Sebab, MUI sendiri sudah mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa, vaksin ini boleh digunakan.

"Ini merupakan dukungan. Begitu juga kita sudah melakukan pertemuan dengan Disdik, dinsos dan lainnya. Gubernur, Kemendagri maupun Kemenkes juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait pemberian imunisasi ini," ucapnya

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up