JawaPos Radar

Penerapan ETLE Terkendala Perbedaan Data STNK

29/09/2018, 05:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Zebra Cross
PELANGGARAN: Pengendara motor berhenti di zebra cross. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Ibu Kota Jakarta yang rencananya akan diberlakukan pada awal Oktober tersendat. Pasalnya Ditlantas Polda Metro Jaya masih terkendala dalam penindakan. Terlebih, tidak semua pemilik kendaraan memiliki STNK sesuai dengan namanya.

Mendapati hal tersebut, Dirlantas PMJ Kombes Pol Yusuf menyarankan kepada pemilik kendaraan baru, mutasi, atau balik nama, untuk mengirim data nomor telepon dan email. Langkah itu dilakukan agar penindakan ETLE bisa tepat sasaran kepada pelanggar lalu lintas.

"Masalahnya itu. Saya sudah sampaikan di media bahwa setiap pemilik kendaraan, segera mengirimkan nomor HP dan email. Sehingga dari situ, kita gampang untuk mengonfirmasi kalau pelanggar punya STNK yang bukan atas namanya," ujar Yusuf, Jumat (28/9).

Penerapan ETLE Terkendala Perbedaan Data STNK

Saat pelanggar lalu lintas menguasai kendaraan, maka plat nomor yang terekam CCTV itu segera dikonfirmasi oleh petugas TMC. Dengan kata lain, kata Yusuf, pengemudi yang melanggar saat menggunakan kendaraan miliknya, akan segera terkonfirmasi melalui pemilik kendaraan.

"Kalau dikonfirmasi itu memang ada respons, dan benar memang yang bersangkutan melakukan, hari itu juga langsung dikirim tilang melalui pos," terangnya.

Lanjut Yusuf menjelaskan, ETLE diujicobakan di ruas Jalan Thamrin dan Sudirman. Hingga saat ini baru dua kamera yang terpasang di dua jalur tersebut. Dikatakannya, dua kamera CCTV bekerja merekam aktivitas pengendara di ruas jalan.

Dia menjelaskan, surat tilang akan dikirim kepada pelanggar melalui email sekaligus alamat rumah. Pelanggar lalu lintas akan diberi kesempatan untuk membayar denda tilang melalui rekening Bank yang sudah ditentukan.

"Batas waktu bayar tilang 7 hari. Lewat dari itu maka STNK akan diblokir. Blokir baru bisa dibuka jika bayar benda tilang," kata Yusuf.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up