JawaPos Radar

KPU Riau Akhirnya Sepakat Masukkan Nama Mantan Napi ke DCT

28/09/2018, 22:17 WIB | Editor: Budi Warsito
KPU Riau Akhirnya Sepakat Masukkan Nama Mantan Napi ke DCT
Sidang penyelesaian sengketa proses Pemilu 2019 di kantor Bawaslu Riau, Pekanbaru, Jumat (28/9). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau akhirnya sepakat memasukkan kembali nama Siswaja Muljadi ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT) DPRD Riau. Hal ini berdasarkan mediasi yang dilakukan oleh Bawaslu Riau terhadap KPU Riau dan Siswaja, Jumat (28/9).

Sebelumnya, nama Siswaja dicoret dari DCT oleh KPU Riau, karena dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kelengkapan administrasi. Sebab, ia tidak mencentang kolom pernah di penjara. Padahal, ia merupakan mantan narapidana.

"Kita lakukan mediasi sengketa. Dari pengakuan KPU Riau, ia (Siswaja) merupakan mantan napi. Tapi terdapat kealpaan darinya pada lembar pengisian, dia tidak tidak mencentang kolom pernah di penjara," kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, Jumat (28/9) petang.

Dalam hal ini, KPU Riau yang diwakili oleh Koordinator Divisi Teknis Abdul Hamid menyebut, ada 4 hal yang tidak dilengkapi oleh Siswaja pada saat kelengkapan administrasi.

Pertama, tidak ada surat keterangan dari Kalapas Bangkinang tempat Siswaja ditahan, bahwa ia telah selesai menjalani masa hukumannya. Kedua, salinan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Ketiga, surat dari Pimpinan Redaksi media massa lokal dan nasional yang menerangkan bahwa ia secara terbuka dan jujur kepada publik bahwa ia mantan narapidana. Keempat, menyampaikan bukti pernyataan atau pengumuman yang dimuat dalam media lokal atau nasional.

"Permasalahannya adalah batas waktu perbaikan dokumen sudah habis masanya. Sehingga memerlukan surat Putusan dari Bawaslu Riau untuk memasukkan kembali Siswaja dalam DCT," jelas Rusidi.

Setelah menyampaikan masing-masing pendapat, akhirnya proses mediasi yang dipimpin oleh Neil Antariksa tercapai kesepakatan yang menyatakan bahwa, nama Siswaja dimasukkan kembali sebagai calon anggora DPRD dengan syarat memenuhi persyaratan. "Kesepakatan antara kedua pihak tercapai," jelasnya.

Kesepakatan tersebut, tertuang dalam Berita Acara Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Mencapai kesepakatan dengan nomor surat Permohonan 02/PS.Reg/04.00/IX/2018.

"Paling lambat tanggal 2 Oktober besok pada jam kerja. Sedangkan pembacaan putusan akan disampaikan Bawaslu pada satu Oktober nanti," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up