JawaPos Radar

Ditanya soal Kegiatan Jalan Sehat, Jokowi: Saya Pulang untuk Tidur

28/09/2018, 21:54 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jalan Sehat Jokowi
JALAN SEHAT: Selebaran kegiatan jalan sehat yang akan diadakan di Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (30/9). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata belum mengetahui jika namanya dicatut akan menghadiri kegiatan jalan sehat yang rencananya akan diadakan, Minggu (30/9) mendatang. Padahal, sampai saat ini dirinya belum menerima undangan dari panitia jalan sehat.

Saat ditanya mengenai hal itu, Jokowi justru mengatakan jika dirinya pulang ke Solo untuk istirahat dan tidur. "Saya pulang untuk tidur, istirahat," katanya sembari tertawa.

Lebih lanjut Jokowi meminta agar media menanyakan lebih detail kepada panitia yang akan mengadakan jalan sehat di jalan Slamet Riyadi tersebut. Mulai dari seperti apa konsep jalan sehat tersebut, jam berapa acara itu dimulai. "Kemudian saya diundang atau tidak, lalu kalau diundang saya bisa datang atau tidak," katanya. 

Presiden Jokowi
Selain menghadiri kongres PWI XXIV di Solo, Presiden Jokowi ingin istirahat dan bertemu dengan keluarganya. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Usai mengatakan hal tersebut, mantan Wali Kota Solo dua periode itu mengatakan, bahwa selain menghadiri kongres PWI XXIV, dirinya ingin istirahat dan bertemu dengan keluarganya. "Saya pulang (ke Solo) untuk tidur dan istirahat, ketemu keluarga, ketemu anak, ketemu cucu," pungkasnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menegaskan bahwa Pemkot menolak kegiatan tersebut. Larangan ini dilakukan mengingat, kegiatan tersebut disinyalir bermuatan politik dan akan digelar di Car Free Day (CFD). Padahal, area CFD merupakan white area dan tidak boleh ada kegiatan politik. "Tidak boleh ada kegiatan politik di CFD, jadi kami tetap konsisten melarang adanya jalan sehat tersebut," katanya. 

Meski mendapat penolakan dari Pemkot Solo, simpatisan pendukung Jokowi sepertinya akan tetap mengadakan kegiatan tersebut. Hal ini sebagaimana disampaikan salah seorang simpatisan, Indrayanto.

Indrayanto mengatakan, bahwa penolakan tersebut menjadi hal yang wajar. "Sebagai warga negara yang baik kami tetap menaati aturan, bahwa di CFD tidak boleh mengenakan atribu kampanye. Tapi itu murni jalan sehat dan tidak ada muatan politis," katanya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up