JawaPos Radar

BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala

28/09/2018, 20:35 WIB | Editor: Dida Tenola
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala
Situasi pemantauan gempa Donggala di BMKG Makassar. (Syahrul Ramadan/ JawaPos,com)
Share this image

JawaPos.com- Gempa 7,7 SR yang mengguncang dan berpusat di kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9) sekitar pukul 17.02 WITA. Saat ini situasi berangsur mereda. 

Gempa berada di kedalaman 10 kilometer timur laut Donggala. Sumber gempa berasal dari Sesar Palu Karo. BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami pada pukul 17.07 WIB. BMKG sudah mencabut status potensi tsunami di empat daerah. Empat daerah itu antara lain Donggala bagian Barat, Donggala bagian Utara, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) bagian Utara dan Kota Palu bagian Barat. 

Kendati sudah mencabut peringatan tsunami, BMKG tetap meminta masyarakat di empat wilayah itu agar tetap siaga. "Status siaga artinya Pemda diharapkan memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Pemda juga agar mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com di Makassar, Jumat (28/9) malam. 

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan peralatan di laut sekitar 30 menit, disebutkan tidak terpantau adanya perubahan tinggi muka air laut. Begitu juga dengan ciri-ciri tsunami. BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 17.39 WIB. "Dengan demikian tsunami tidak terjadi. Kondisi aman dan masyarakat dapat kembali ke tempatnya," tegasnya. 

Dampak gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,7 dirasakan sangat keras. Berdasarkan analisis guncangan gempa dirasakan daerah di sekitar kota Palu hingga ke utara di wilayah kabupaten Donggala dengan intensitas gempa VI-VII MMI (keras hingga sangat keras). 

Beberapa wilayah di Donggala meliputi daerah Parigi, Kasimbar, Tobolf, Toribulu, Dongkalang, Sabang, dan Tinombo memiliki intensitas gempa VI-VII MMI. Diperkirakan di daerah ini banyak mengalami kerusakan. 

Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan SKPD lainnya. Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk segera menuju ke lokasi bencana. Laporan sementara banyak bangunan roboh akibat gempa dengan magnitude 7,7. 

"Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Saat peringatan dini tsunami  diaktivasi, masyarakat merespon dengan mengungsi ke empat yang lebih aman. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan. Gempa susulan terus berlangsung dengan kekuatan yang lebih kecil," terangnya. 

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Sebaiknya tidak berada di dalam rumah atau bangunan karena potensi gempa susulan dapat membahayakan. Masyarakat disarankan dapat berkumpul di daerah-daerah yang aman. Hindari lereng-lereng perbukitan yang mudah longsor. Tetap gunakan informasi resmi dari BMKG, BNPB dan BPBD.

Sumber gempa awalnya disebut berasal dari sesar Palu Koro. Berdasarkan data sementara dari BPBD kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh. Evakuasi masih dilakukan oleh petugas pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan.

 

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 28/09/2018, 20:35 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 28/09/2018, 20:35 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 28/09/2018, 20:35 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 28/09/2018, 20:35 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 28/09/2018, 20:35 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 28/09/2018, 20:35 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 28/09/2018, 20:35 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up