JawaPos Radar

Hujan Sudah Turun, 828 Desa di Jateng Masih Diterpa Kekeringan

28/09/2018, 20:25 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kekeringan
ILUSTRASI: Meski hujan dilaporkan sudah terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, sebanyak 828 desa terpantau masih mengalami kekeringan. (Anam Syahmandani/Radar Tegal/ Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Meski hujan dilaporkan sudah terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, sebanyak 828 desa terpantau masih mengalami kekeringan. Sehingga, upaya dropping air bersih hingga hari ini, Jumat (28/9) masih berlangsung dan total sudah sebanyak 11.940 tangki yang tersalurkan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, dropping air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga di 29 kabupaten/kota yang dilaporkan masih diterpa bencana kekeringan. 

"Disalurkan ke 214 Kecamatan dan 828 Desa. Data hari ini sudah mencapai 11.940 tangki air," ujarnya saat dihubungi, Semarang, Jumat (28/9).

Sarwo mengungkap, ada dana sebesar Rp 600 juta yang ditujukan untuk menalangi bencana kekeringan tahun ini. Ia berharap, uang sebesar itu cukup hingga musim penghujan nanti tiba.

"Sudah saya kasih ke Kabupaten Demak 200 tangki, kemudian Wonogori, Kendal dan Kabupaten Semarang sedang proses. Harapan saya dana bantuan anggaran provinsi ini mencukupi," sambungnya sembari berujar bahwa Pemda bisa juga mengupayakan dana Corporate Responsible Society (CSR) untuk bantuan air bersih sebagai tambahan.

Walaupun musim penghujan yang diprediksi datang beberapa bulan ke depan dirasa bisa menjadi solusi akhir dari bencana kekeringan, Sarwa berharap hujan datang tidak langsung deras. Pasalnya, bisa sangat beresiko untuk tanah terbuka dan berpotensi menimbulkan banjir juga longsor.

"Ini kita baru akan rapat kooordinasi seluruh pimpinan di Jateng, mengatasi kekeringan tapi juga mempersiapkan antisipasi bencana pada saat hujan," cetusnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up