JawaPos Radar

Capaian Imunisasi MR di Palembang Hanya 35 Persen

28/09/2018, 20:10 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Capaian Imunisasi MR di Palembang Hanya 35 Persen
Keluarga yang anaknya mengidap MR. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Capaian imunisasi Meales Rubella (MR) di Kota Palembang masih sangat rendah. Terbukti, data capaian imunisasi MR baru 35 persen atau sekitar 142.819 anak dari total 381.702 anak.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Fauziah mengakui memang saat ini capaian imunisasi MR di Kota Palembang masih sangat minim. Hal ini dikarenakan fatwa haram Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih 'menghantui' warga Palembang sehingga berakibat pada penolakan orang tua atau wali murid di sekolah.

"Masyarakat masih termakan dengan isu fatwa haram, padahal MUI telah mengeluarkan fatwa baru yang memperbolehkan dilakukan imunisasi MR ini," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (28/9).

Selain itu, pihaknya juga menemukan masih ada sekolah yang belum mau dilakukan imunisasi MR. Sehingga, pihaknya tidak bisa melakukan imunisasi di seluruh sekolah.

Namun, jika sekolah mau melakukan imunisasi pihaknya langsung menjadwalkan ke tim Puskesmas untuk langsung terjun melakukan imunisasi

"Setiap puskesmas itu kami terjunkan agar segera mungkin untuk melakukan imunisasi di Sekolah," ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan resosialisasi dengan mengajak MUI agar masyarakat mengerti dan lebih tahu dampak terjadinya MR ini.

"Kami harap dengan upaya yang dilakukan ini mampu mencapai target hingga akhir Oktober mendatang," harapnya.

Sementara itu, Konsultan Unicef Sumsel, Jana Fitria Kartika Sari menerangkan, capaian imunisasi MR di Sumsel sebesar 60 persen dari total 2.239.000 anak. Tujuh diantaranya capaiannya masih minim termasuk Kota Palembang.

Ia mengaku selama di lapangan banyak kendala yang dialami salah satunya memang penolakan dari masyarakat yang menilai jika vaksin tersebut haram. Padahal, MUI telah mengeluarkan fatwa jika vaksin tersebut diperbolehkan.

"Masyarakat banyak terpengaruh hoax, sehingga masih temukan penolakan ini salah satunya di Kota Palembang," katanya.

Ia menjelaskan, penularan MR sangat berbahaya. Jika virus Ebola perbandingannya 1:3 artinya satu pengidap bisa menularkan virus tersebut maksimal tiga orang. Kemudian, virus flu perbandingannya 1:4 artinya satu pengidap bisa menularkan virus maksimal empat orang.

Sedangkan, virus MR ini perbandingannya 1:18 artinya satu pengidap bisa menularkan maksimal 18 orang.

"Jadi virus ini sangat berbahaya," tegasnya.

Selain penularannya yang banyak, virus ini sulit terdeteksi sehingga meskipun dokter dapat saja mengidap penyakit Rubella tersebut. Selain itu, akan lebih berbahaya jika tertular kepada ibu-ibu yang sedang mengandung karena dapat menyebabkan kecacatan dan lain sebagainya kepada bayi yang sedang dikandung. Karena itu, sangat dibutuhkan vaksin agar penularannya dapat ditekan.

"Kami harap target 95 persen imunisasi ini dapat terlaksana sehingga dapat menimbulkan kekebalan di masyarakat," tutupnya.

Berikut capaian imunisasi MR di Sumsel

Kabupaten OKU capaian 86 persen atau 83.218 anak
Kabupaten OKI capaian 80,25 persen atau 179.519 anak
Kabupaten Muara Enim capaian 55,02 persen atau 96.292 anak
Kabupaten Lahat capaian 27,45 persen atau 29,546 anak
Kabupaten Musi Rawas capaian 80,7 persen atau 86.443 anak
Kabupaten Musi Banyuasin capaian 99,5 persen atau 180.809 anak
Kabupaten Banyuasin capaian 35,75 persen atau 83.374 anak
Kabupaten OKU Selatan capaian 83,98 persen atau 81.000 anak
Kabupaten OKU Timur capaian 90,66 persen atau 155,750 anak
Kabupaten Ogan Ilir capaian 79,06 atau  90.902 anak
Kabupaten Empat Lawang capaian 77,22 persen atau 52.957 anak
Kabupaten PALI capaian 70,68 persen atau 41.586 anak
Kabupaten Muratara capaian 86 persen atau 48.229 anak
Kota Palembang capaian 35,55 atau 143.819 anak
Kota Prabumulih capaian 40,45 persen atau 20.443 anak
Kota Pagaralam capaian 22,01 persen atau 7.737 anak
Kota Lubuklinggau capaian 59,2 persen atau 36.804 anak.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up