JawaPos Radar

Korea Selatan Terbuka 2018

Ganda Putri Jepang Kembali Pupuskan Harapan Ganda Putri Indonesia

28/09/2018, 19:18 WIB | Editor: Banu Adikara
Korea Selatan Terbuka 2018, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, bulu tangkis, Indonesia
Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani kandas di perempat final Korea Selatan Terbuka 2018 (Dok PBSI)
Share this image

JawaPos.com - Ganda putri Jepang sukses menghancurkan mimpi ganda putri Indonesia meraih gelar juara di bulan ini. Dari seluruh pertandingan yang dilakoni di Jepang Terbuka 2018, Tiongkok Terbuka 2018, dan Korea Selatan Terbuka 2018, ganda putri Indonesia selalu terpaksa angkat koper setiap bertemu pasangan Jepang.

Wakil terakhir di Korea Selatan Terbuka 2018, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani kembali harus mengurut dada setelah takluk dari pasangan Negeri Matahari Terbit di babak perempat final Korea Selatan Terbuka 2018.

Mereka dibuat tidak berdaya oleh pasangan Jepang yang paling 'lemah' di jajaran top 20 dunia, Kurumi Yonao/Naoko Fukuman. Sempat memberi angi segar saat menang 21-19 di gim pertama, Anggia/Ketut langsung keok 14-21 dan 12-21 di dua gim berikutnya.

Kesialan yang menimpa ganda putri Indonesia tiap bertemu ganda putri Jepang tidak cuma menimpa Anggia/Ketut. Dua kompatriot mereka, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta juga mengalami nasib setali tiga uang.

Pelatih kepala ganda putri PBSI Eng Hian mengatakan, hal ini sebetulnya tidak berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu saat ganda putri Tiongkok masih mendominasi dunia.

Eng Hian pun mengakui bahwa untuk menumbangkan dominasi ganda putri Jepang memang butuh kerja keras. Kondisi ini juga makin dipersulit karena hanya Greys/Apri merupakan satu-satunya pasangan yang bisa bermain stabil.

"Dulu, mereka (ganda putri Indonesia, Red) selalu dikepung pasangan Tiongkok. Sekarang pasangan Jepang yang mengepung. Butuh ekstra fokus dan tenaga untuk bisa menghadapi tekanan yang berlapis-lapis, sedangkan saat ini ganda putri cuma punya satu senapan saja," ujar Eng Hian.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up