JawaPos Radar

Bagikan Sertifikat, Jokowi: Lupakan Dulu Kenikmatan

28/09/2018, 19:35 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Presiden Joko Widodo
SERTIFIKAT: Presiden Joko Widodo saat penyerahan sertifikat tanah di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (28/9). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan wanti-wanti (pesan) kepada masyarakat yang menerima sertifikat tanah agar lebih berhati-hati dalam penggunaan ataupun menyimpannya. Mantan Wali Kota Solo tersebut meminta kepada masyarakat untuk lebih aware terhadap sertifikat yang dimilikinya.

Hal tersebut disampaikannya saat acara pemberian sertifikat tanah kepada warga Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (28/9). "Kalau sudah pegang sertifikat, biasanya disekolahkan (digadaikan)," katanya.

Ketika akan disekolahkan atau dipakai agunan di Bank sebagai jaminan, maka harus hati-hati. Terlebih dahulu dikalkulasi apakah mampu mengangsur bulanannya atau tidak. "Kalau nggak, nggak usah," katanya.

Ketika tanah yang dimiliki mempunyai nominal Rp 300 juta saat diagunkan di Bank, jangan sampai setengahnya untuk membeli mobil. "Nyetir mobil di kampung, gagah. 6 bulan mobil ditarik diler, sertifikat tanahnya ditarik Bank. Ilang semua," katanya.

Kalau memang ingin dijadikan sebagai jaminan, maka yang pinjaman harus dipakai lebih bermanfaat. Semisal untuk modal kerja, usaha, atau investasi. "Jangan gunakan untuk hal hal yang berkaitan dengan kenikmatan. Lupakan dulu," kata Jokowi.

Uang pinjaman yang seluruhnya dipakai untuk usaha atau investasi, setelah mendapat keuntungan barulah dipersilakan. Untuk membeli hal yang diinginkan, seperti televisi, sepeda motor, maupun mobil.

Dalam acara itu, sebanyak 5 ribu sertifikat tanah diberikan ke warga di DIJ. Ditargetkan pada 2020 silam, khusus di Jogjakarta masalah ini selesai. "Saya sudah perintahkan menteri, agar di DIJ pada 2020 nanti selesai," katanya.

Ia juga meminta agar sertifikat yang telah diberikan untuk disimpan dengan baik. Difotokopi serta dibungkus dengan plastik agar tak basah ketika terkena air. "Difotokopi, yang asli disimpan di lemari satu kemudian fotokopian disimpan di lemari dua. Kalau hilang yang asli, mudah ngurusnya," pungkasnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up