JawaPos Radar

15 Menteri Jadi Timses

Wiranto: Pejabat Tinggi Negara Memang Tidak Netral

28/09/2018, 19:07 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Wiranto
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa pejabat tinggi negara memang boleh tidak netral seperti ASN. (jpnn/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ada 15 menteri yang namanya masuk dalam daftar tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Salah satunya ada nama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto.

Menanggapi hal tersebut, Wiranto mengatakan, memang pejabat pemerintah seperti menteri memang tidak bisa netral seperti halnya aparatur sipil negara (ASN). Sehingga wajar menteri terlibat dalam politik di Pilpres 2019.

"Pejabat tinggi negara itu netral? Kan enggak ada aturannya. Hanya ASN yang wajib netral. Pejabat tinggi negara bukan ASN," ujar Wiranto di Kemenpolhukam, Jakarta, Jumat (28/9).

Wiranto juga mengaku sangat paham dengan kampanye. Karena sejatinya dia merupakan petinggi di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sehingga dia bersedia menjadi bagian dari tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya sangat paham soal kampanye. Ya oke-oke saja lah," katanya.

Menurut Wiranto, yang terpenting menjadi tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini adalah tidak ada aturan yang dilanggar‎. Misalkan harus cuti saat melakukan kampanye.

"Ini kan udah ada aturannya seorang pejabat negara saat berkampanye, bahkan mengkapanyekan dirinya," pungkasnya.

‎Sebelumnya, sebanyak 15 menteri masuk menjadi tim Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Mereka mendapatkan jabatan tim pelaksana kampanye. Hal itu diketahui dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah merilis daftar tim kampanye masing-masing capres dan cawapres di situs resminya.

Dari data tersebut, ada beberapa nama yang tak asing dan sudah masuk di struktural sebelumnya, yakni Menko PMK, Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Berikut 15 nama menteri yang ditarik Jokowi sebagai tim kampanye:

1. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

2. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

3. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

4. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yassona Laoly.

5. Menteri Sosial (Mensos( Agus Gumiwang Kartasasmita.

6. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sanjojo.

7. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

8. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri.

9. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

10. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

11. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

12. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

13. Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin.

14. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

15. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.‎

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up