JawaPos Radar

Gelap Mata, Perempuan di Malang Hajar dan Rampas Perhiasan Tetangga

28/09/2018, 18:43 WIB | Editor: Dida Tenola
Gelap Mata, Perempuan di Malang Hajar dan Rampas Perhiasan Tetangga
Sri Wahyunim pelaku curas perhiasan milik tetangganya sendiri. (Humas Polres Malang for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Aksi Sri Wahyuni, 43, cukup nekat.  Bayangkan saja, dia nekat mencuri perhiasan milik tetangganya sendiri, Sekemi, 55 warga Desa Maguwan kecamatan. Ngajum, Kabupaten Malang.

Perhiasan yang dicuri Wahyuni berupa kalung, anting dan liontin emas. Tidak hanya mencuri, pelaku juga melumpuhkan korban dengan cara memukul kepala Sekemi. 

Kisah ini berawal saat Wahyuni bertandang ke rumah Sukemi. Saat itu Sukemi sedang menyetrika baju. Tanpa basa-basi, Wahyuni langsung memukul Sukemi.

Wahyuni memang sudah merencanakan pemukulan itu. Sebab dia memakan kerpus saat mendatangi rumah Sukemi.

Kapolsek Ngajum AKP Farid Fathoni menjelaskan, pelaku menggunakan jaket warna biru lengkap dengan penutup kepala. Wahyuni juga memakai masker dan kacamata warna hitam. "Pelaku masuk dari pintu belakang yang tidak terkunci," jelas Farid, Jumat (28/9). 

Tanpa menunggu waktu lama, Wahyuni segera memreteli perhiasan yang dipakai oleh korban. Setelah perhiasannya dirampas, sontak korban berteriak meminta pertolongan.  "Seketika itu pelaku langsung melarikan diri lewat pintu. Mengetahui tetangganya kemalingan, warga yang datang ke rumah korban langsung melapor ke perangkat desa. Kemudian dilanjutkan laporan ke Mapolsek," ujar Farid. 

Farid menambahkan, setelah mendapatkan laporan, anggota Unit Reskrim mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mendapatkan petunjuk bahwa pelaku lari turun ke sungai, menyeberang, lalu naik ke jalan besar. 

Tak lama setelah kabur, Wahyuni kembali pulang ke rumahnya. Saat itu, polisi sudah menunggu di rumah. Polisi segera mengintrogasi pelaku. Wahyuni tidak menyangkal saat ditanya polisi. Dia kemudian digelandang ke Mapolsek Ngajum.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan seuntai kalung emas dalam kondisi putus, liontin emas mata biru dan anting-anting emas. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara," tegas Farid.

 

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up