JawaPos Radar

Jadi Seperti Kobokan Raksasa, Anies Minta Giant Sea Wall Dikaji Ulang

28/09/2018, 18:40 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Jadi Seperti Kobokan Raksasa, Anies Minta Giant Sea Wall Dikaji Ulang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ragu melanjutkan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tak hanya mencabut izin reklamasi 13 pulau, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampaknya juga akan mempertimbangkan ulang pembangunan Giant Sea Wall. Mega proyek itu dinilai tidak akan memberikan manfaat lebih di perairan ibu kota.

Anies pun meminta pemerintah pusat untuk meninjau kembali rencana pembangunan tanggul raksasa ini. Karena menurutnya tanggul raksasa yang dibangun di beberapa negara juga tidak membuat perairan nya menjadi bersih. 

"Tanggul yang luas di depan sana Greatest Sea Wall itu yang perlu dipertimbangkan ulang," kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/9).

Untuk memperbaiki arah dari pembangunan mega proyek ini, Anies berencana akan duduk bersama dengan Bappenas. Anies merasa jika terus dipaksakan untuk dilakukan maka yang ada tanggul sebesar itu hanya akan jadi kobokan raksasa.

"Dengan Bappenas terkait ini, kami akan tunjukkan apa yang perlu diperhatikan agar fenomena kobokan raksasa itu tidak berulang di Jakarta. Karena di berbagai negara yang membangun tanggul seluas itu akhirnya menjadi kobokan raksasa," katanya.

Anies menambahkan justru yang dibutuhkan saat ini yakni tanggul yang ada di sektar pesisir pantai. Karena kondisi di Ibu kota saat ini terus mengalami penurunan muka tanah. 

"Karena tanah di Jakarta mengalami penurunan sementara permukaan air laut mengalami naik turun. Jadi ini dibutuhkan untuk mencegah rob, karena itu tanggul di pesisir itu sangat perlu," ujarnya.

Dirinya mencontohkan metode tanggul di negara lain bukannya memperbaiki kualitas air, malah membuat air tidak bersih. Justru hal itu malah menjadi tempat berkumpul air yang membawa polutan. 

"Di berbagai negara kita review, setelah bertahun-tahun justru tidak menjadi air bersih. Makanya itu harus dikaji ulang, kalau tangul di pantai itu perlu diteruskan," terang Anies.

Untuk diketahui pemerintah pusat mengembangkan proyek NCICD, yang dibagi menjadi tiga tahapan yakni Tipe A, Tipe B, dan Tipe C.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up