JawaPos Radar

International Tour de Banyuwangi Ijen 2018

Lagi-lagi Dikuasai Pembalap Australia

28/09/2018, 18:27 WIB | Editor: Banu Adikara
International Tour de Banyuwangi Ijen 2018, Banyuwangi, Kawah Ijen, balap sepeda
Pembalap sepeda Australia kembali menguasai International Tour de Banyuwangi Ijen 2018 (Humas Pemkab Banyuwangi)
Share this image

JawaPos.com – Australia kembali menguasai International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018. Jesse Ewart finis pertama pada etape ketiga pada Jumat (28/9) sore. Rider asal Team Sapura Cycling ini finis dengan catatan waktu 3 jam 22 menit dan 26 detik.

Pembalap dari Benua Kanguru tersebut unggul 54 detik atas dua rider di belakangnya, yakni Nils van der Pijl (PCS Cycling Team) dan Jacob Buijk (Global Cycling Team). Sedangkan pemegang yellow jersey Marcus Culey finis ke-31 dengan selisih 1 menit dan 6 detik.

Etape ketiga ITdBI 2018 diawali dari RTH Maron. Para peserta kemudian menyusuri kawasan perkotaan dan permukiman padat sampai memasuki wilayah Kecamatan Srono. Mereka juga melewati areal persawahan di  wilayah Kecamatan Blimbingsari.

Lepas Blimbingsari, para pembalap melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Songgon, lalu ke kawasan Pakel Kecamatan Licin. Mereka akhirnya finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

Ewart menjelaskan bahwa kemenangannya diperoleh dengan susah payah. Ia juga berusaha keras untuk mengejar pembalap kawakan Thomas Lebas  dari Kinan Cycling Team, dan climber asal St George Continental Cycling Team, Benjamin Dyball.

“Saya menang dengan cara susah payah. Seluruh tim mendukung saya hari ini,” ucap Ewart kepada media selepas balapan.

Nama Ewart sebenarnya hampir tidak pernah disebut dalam daftar rombongan terdepan yang memimpin balapan. Sarawut Sirionnachai asal Thailand Continental Cycling Team menguasai balapan hingga tanjakan pertama di Sumberbulu.

Sirionnachai mengendurkan serangan setelah mengambil dua intermediate sprint dan satu king of mountain. Giliran Ewart, van der Pijl, Buijk dan Logan Griffin (Nex CCN Cycling Team) yang memimpin balapan.

Ewart mengaku melakukan manuver setelah tanjakan kedua di Pakel, atau 27 km menjelang garis finis. “Ketika ada attack, saya melihat kesempatan untuk melakukan manuver ke depan sendirian,” tambahnya.

Keberhasilan Ewart menguasai etape ketiga gagal membuatnya merebut yellow jersey dari Culey. Ewart hanya menduduki peringkat keempat dalam tabel klasemen umum kategori pembalap. Ia terpaut jarak tiga menit dari Culey.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up