JawaPos Radar

Permintaan Terhadap Program Rumah Murah Jokowi Sangat Tinggi

28/09/2018, 18:14 WIB | Editor: Budi Warsito
Permintaan Terhadap Program Rumah Murah Jokowi Sangat Tinggi
Ilustrasi perumahan (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Program satu juta rumah yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi), masih terkendala. Permintaan jumlah rumah yang cukup tinggi, belum bisa diimbangi oleh ketersediannya. 

Perusahaan pembiayaan perumahan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyebut, dalam setahun permintaan perumahaan totalnya mencapai 1,46 juta. Sedangkan pembangunannya masih mencapai 400 ribu unit pertahun. Masih ada gap antara ketesediaan dan permintaan rumah.

Ananta Wiyogo, Direktur Utama PT SMF (Persero) menjelaskan, dari program satu juta rumah itu, 300 ribu unit dibangun perumahan komersial. Sisanya disediakan oleh Dirjen Penyediaan Perumahan dan Dirjen Pembiayaan Perumahan. Untuk pembiayaannya sudah termasuk dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Suku Bunga (SSB) dan Bantuan Uang Muka (BUM). 

Jika diasumsikan, pembangunan satu unit rumah adalah Rp 200 juta, maka dalam setahun dana yang dibutuhkan adalah Rp 292 triliun untuk memenuhi 1,46 juta unit kebutuhan rumah. 

SMF pun mencoba merangkum sejumlah permasalahan dalam pembiayaan perumahan. Dari Tenor Kredit Perumahan Rakyat (KPR) hingga solusi yang memungkinkan. 

"Tenor KPR sangat panjang, dimana mayoritas perbankan menggunakan DPK sebagai sumber pendanaan. Solusi dari kita adalah, penyediaan dana jangka panjang untuk mengatasi maturity mismatch," kata Ananta Wiyogo, saat kuliah umum di USU, Jumat (29/9). 

Soal suku bunga perbankan yang tidak tetap juga masuk dalam masalah pembiayaan. Solusinya, SMF menjadi penyedia pendanaan dari perbankan dengan suku bunga yang tetap. Jika masalah ini bisa diselesaikan, serapan program satu juta rumah itu bisa terealisasi. 

Soal ketersediaan perumahan yang masih jauh dari permintaan, Ananta mengatakan, pemerintah daerah harus bisa menyediakan lahan perumahan. Lahan-lahan milik Pemda harus dimaksimalkan untuk perumahan rakyat. 

Sedangkan untuk pembiayaannya, bisa didapat dari perbankan dan pasar modal. "Itu memang harus. Masing-masing menggali sumber dananya," ujarnya. 

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up