JawaPos Radar

Proyek Tol Trans Jawa

Lantunan Salawat Iringi Penurunan Kubah Masjid Baitul Mustagfirin

28/09/2018, 18:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pembongkaran Masjid
Proses penururan kubah Masjid Baitul Mustagfirin, Jumat (28/9). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tahap pembongkaran Masjid Baitul Mustagfirin yang terdampak proyek pembangunan tol Trans Jawa Semarang-Batang dimulai, Jumat (28/9). Lantunan salawat mengiringi seluruh prosesi yang diawali dengan penurunan kubah bangunan.

Prosesi penurunan kubah masjid yang berlokasi di tengah jalan tol fungsional Batang-Semarang KM 444, Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang tersebut, ramai ditonton warga. Sebagian dari mereka sebelumnya juga mengikuti acara tumpengan dan doa bersama di sana.

Lantunan salawat mulai terdengar saat petugas menurunkan kubah kecil dari atas masjid. Terus mengalun hingga kubah utama dilepas dan diboyong ke lokasi masjid baru pengganti oleh para takmir. Sekitar 60 meter utara Masjid Baitul Mustagfirin.

Pembongkaran Masjid
Lantunan salawat mulai terdengar saat petugas menurunkan kubah kecil dari atas masjid. Terus mengalun hingga kubah utama dilepas dan diboyong ke lokasi masjid baru pengganti oleh para takmir. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Ditemui sebelumnya, Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto mengaku bersyukur seluruh pihak bisa saling mendukung percepatan proyek pembangunan tol Trans Jawa itu. Hal ini tak terlepas dari kerja sama dan silaturahmi antar kelompok.

"Berkat itu semua, salah satu bangunan tersisa di jalan tol Semarang-Batang itu dapat dibongkar dan resmi pindah di masjid yang baru," ujarnya.

Hadi sendiri menuturkan bahwa masjid yang baru lokasinya lebih luas, dari 329 meter persegi menjadi 670 meter persegi. Belum lagi berbagai fasilitas penunjang di dalamnya.

Lebih lanjut, Hadi kembali mengungkap jika dari 34 bidang lahan proyek tol Semarang-Batang, masih ada sekolah dan masjid milik sebuah yayasan di Kecamatan Ngaliyan lagi yang harus dibongkar atau dipindah. Pihaknya memastikan, Oktober menjadi bulan pemindahan bangunan tersebut.

"Sementara progres fisik tol sekarang sudah 88 persen. Pengadaan tanah lebih kurang 86 persen. Kurangnya hanya di penambahan lahan macam akses pendukung sekitar ruas tol Semarang-Batang sampai exit Krapyak. Tapi kami yakin bisa diresmikan akhir tahun ini," sambungnya.

Terpisah, Nazir Masjid Baitul Mustaghfirin mengatakan, pembanguan masjid pengganti sudah hampir kelar. Pembongkaran masjid lama ke lokasi baru, menurutnya, dilakukan secara bertahap nantinya. "Dari pertama kubah, lalu mimbar masjid. Dan yang terakhir bedugnya," katanya.

Selama prosesi pengajuan pembongkaran, lanjutnya, nihil penolakan dari pengurus masjid maupun warga. Intinya, masjid pengganti sebagai tempat beribadah harus sudah ada saat Baitul Mustaghfirin dibongkar total nanti. "Masjid yang baru diharapkan bisa menciptakan keberkahan lebih," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up