JawaPos Radar

Terkena Tol Trans Jawa, Masjid Baitul Mustagfirin Akhirnya Dibongkar

28/09/2018, 18:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pembongkaran Masjid
Prosesi penurunan kubah Masjid Baitul Mustagfirin, Jumat (28/9). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Masjid Baitul Mustagfirin atau yang kerap disebut masjid tengah tol Batang-Semarang akhirnya memasuki tahapan pembongkaran, Jumat (28/9). Diikuti hampir seluruh warga Kelurahan Tambakaji, prosesi pembongkaran berlangsung secara dramatis.

Prosesi pembongkaran dimulai sesudah ibadah salat Jumat. Dan dilanjutkan dengan upacara tumpengan dan doa bersama yang diikuti pula oleh perwakilan PT Waskita, selaku pelaksana proyek tol Semarang-Batang.

Masjid Baitul Mustagfirin yang berlokasi di tengah jalan tol fungsional Batang-Semarang KM 444, Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang tersebut dibongkar lantaran terdampak pembangunan infrastruktur yang juga merupakan bagian dari proyek nasional, yaitu Tol Trans Jawa.

Pembongkaran Masjid
Upacara tumpengan di Masjid Baitul Mustagfirin, Jumat (28/9). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Sementara acara makan-makan bagian dari selamatan berlangsung, satu pria cukup lanjut usia terduduk lesu pada tangga luar bangunan masjid. Ditemani tongkat kayunya, dirinya hanya termenung menuggu proses pembongkaran dimulai.

"Sedih mas, saya kenal masjid ini dari saat berbentuk langgar. Sering salat di sini dan besok sudah tidak bisa lagi," ujar pria yang mengaku bernama Robi dan berusia 62 tahun itu.

Banyak sekali momen yang tak sanggup ia lupakan bersama dengan Masjid Baitul Mustagfirin ini. Mulai dari kegiatan lingkungan hingga mengajak anak cucuknya beribadah di sana. Mengingat hal itu semua membuat mata pria yang tinggal di Kampung Bringin itu berkaca-kaca.

"Sedikit tidak rela (masjid dibongkar), karena tanah juga wakaf Bapak saya. Tapi pada akhirnya semua harus ikhlas. Masjid baru juga sudah mulai jadi. Bangunannya hilang, tapi kenangan masih dan ibadah tetap lanjut," ujarnya sembari meninggalkan lokasi.

Begitulah adanya, tidak cuma Robi seorang yang pada akhirnya harus merelakan kepergian bangunan yang sudah ada sejak tahun 1960an ini. Seperti Aris, 32, warga Tambakaji RT 1, yang mengaku tetap bersyukur bisa mengamalkan ibadah salat Jumat terakhirnya di Masjid Baitul Mustagfirin ini. 

"Saya bawa anak juga, biar mereka juga bisa mengingat-ingat masjid ini kalau sudah tidak ada atau pas besar nanti," imbuhnya.

Jelang sore sekitar pukul 14.30 WIB, tahapan pembongkaran pun akhirnya mulai dilaksanakan. Perkakas di dalam masjid mulai dikeluarkan dan segala sambungan listrik serta air dimatikan. Proses diawali dengan penurunan kubah masjid oleh sejumlah petugas.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up