JawaPos Radar

Dua Hari, Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap

28/09/2018, 17:45 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kabut Asap
Kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kota Pekanbaru, Riau, diselimuti kabut asap dalam dua hari terakhir. Kumpulan asap tipis itu merupakan kiriman dari daerah lain.

"Itu kiriman dari Kabupaten Indragiri Hilir. Letaknya di bagian Selatan. Angin bergerak dari sana menuju wilayah Utara, salah satunya Kota Pekanbaru," sebut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sukisno, Jumat (28/9).

Kabut asap yang diduga hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut berdampak pada jarak pandang di Kota Pekanbaru. Yakni, hanya sekitar 4 km saja.

"Jumlah luasan yang terbakar, itu BPBD yang tahu. Yang jelas pagi tadi visibilitas atau jarak pandang sempat 4.000 meter, tapi siang ini sudah kembali normal," jelas Sukisno.

Menurut Sukisno, jarak pandang ini merupakan yang terpendek sepanjang 2018. "Mudah-mudahan besok sudah tidak ada asap lagi," ucap Sukisno.

Selain disebabkan karhutla, munculnya kabut asap juga dipengaruh faktor perubahan musim. Saat ini, Riau memasuki musim pancaroba atau masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan.

"Permulaan musim hujan bergerak dari Riau Utara ke Riau Selatan. Itu makanya saat ini Riau Selatan mengalami kebakaran karena memang curah hujannya lebih rendah. Wilayah Pekanbaru dan sekitarnya dalam kondisi nihil," tuturnya.

Sukisno berharap musim pancaroba segera berakhir. Sehingga hutan dan lahan yang terbakar pada saat musim kemarau bisa basah kembali dan tidak muncul titik panas. "Kedepannya karena saat ini masa pancaroba, mudah-mudahan berakhir. Oktober masuk musim hujan dan November puncaknya musim hujan. Sehingga hotspot berakhir," harapnya.

Meski berkabut, udara di Riau menunjukkan particullate metter di angka 50. Artinya masih baik. Hal itu berdasarkan pantauan papan indeks pencemaran udara (ISPU) di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.

Sementara berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua milik BMKG stasiun Pekanbaru, ada 32 titik panas atau hotspot yang terpantau tersebar di wilayah Riau. Wilayah paling banyak menyumbang titik panas adalah Inhil dengan 28 titik. Sedangkan 27 di antaranya merupakan titik api (fire spot).

Kemudian di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) masing-masing dua titik. Di Inhu, dua titik panas juga terindikasi sebagai titik api.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up