JawaPos Radar

Dua Bulan, Polres Malang Kota Ciduk 79 Tersangka Narkoba

28/09/2018, 17:09 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Tersangka Narkoba
ILUSTRASI: Tahanan. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Peredaran narkoba marak terjadi di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Terbukti dengan ungkap kasus yang dilakukan Polres Malang Kota. Sepanjang Agustus-September 2018, setidaknya ada 79 tersangka narkoba yang diamankan dengan total 67 laporan polisi (LP).

Pada Agustus lalu, ada 37 LP yang masuk dengan total 41 tersangka. Kemudian September ini ada 30 LP dengan 38 tersangka yang ditangkap. Para tersangka rata-rata pelaku atau pengguna narkoba yang merupakan masyarakat dari berbagai status sosial. "Tapi yang mendominasi itu mahasiswa dan karyawan swasta," ujar Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat, Jumat (28/9).

Menurut Syamsul, siklus peredaran narkoba di Kota Malang sudah seperti gunung es. Artinya hanya permukaannya saja yang terlihat. Padahal di bawahnya masih terdapat lebih banyak lagi kasus-kasusnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya peredaran narkoba karena Malang merupakan kota pelajar. Jumlah mahasiswa terus bertambah setiap tahunnya. Untuk itu, polisi akan semakin gencar melakukan pemberantasan narkoba. "Kami tidak akan gentar memberantas narkoba. Peran masyarakat juga penting untuk melakukan ungkap kasus narkoba," tegas Syamsul.

Jumat (21/9) lalu, aparat Satreskoba Polres Malang Kota kembali menangkap pengedar sabu-sabu. Tersangka berinisial HS, 34, warga Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang. Dia berhasil diringkus berdasarkan laporan dari masyarakat.

Pria yang bekerja serabutan tersebut nekat menjual narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tersangka berhasil ditangkap setelah terbukti menjual sabu kepada salah satu pengguna narkoba yang saat ini sudah ditangkap. Tersangka ditanbgkap polisi saat di rumahnya tanpa perlawanan. Barang buktinya berupa sabu seberat 6,73 gram, dompet dan satu buah ponsel.

Atas perbuatannya, tersangka dikenai pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun penjara.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up