JawaPos Radar

Tanggapi Cuitan Denny Siregar, Kakak Haringga: Tidak Usah Bawa Islam!

28/09/2018, 17:06 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Tanggapi Cuitan Denny Siregar, Kakak Haringga: Tidak Usah Bawa Islam!
Ilustrasi foto semasa hidup Haringga Sirla (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Cuitan Denny Siregar di akun Twitter-nya membuat sedih keluarga Haringga Sirla, suporter Jakmania yang tewas dikeroyok oknum Bobotoh. Pihak keluarga syok dengan cuitan yang diutarakan oleh Denny Siregar. Walaupun, Denny sudah dipolisikan oleh Aliansi Santri Indonesia.

Mayriska Sirawati, 29, kakak Haringga syok ketika tahu ada berita tentang adiknya dikomentari via Twitter oleh Denny Siregar yang menjadi kontroversi di kalangan netizen. Ia menjelaskan adiknya sedang tidak berperang melainkan disiksa.

"Memang kalimat tauhid diajarkan Islam dalam berperang, tapi adik saya sedang disiksa. Tidak sedang berperang," jelas Mayriska pada JawaPos.com (28/9).

Mayriska mengatakan, kematian adik bungsunya jangan sampai dikaitkan dengan dengan hal-hal yang berbau agama. Karena menurutnya, akan terjadi perang antarumat beragama akibat cuitan tersebut.

"Jangan sampai karena kasus ini nanti terjadi perang agama. Saya tidak mau ada SARA, saya tidak mau kalau nanti ada perang," ungkap kakak sulung Haringga.

Ia juga menambahkan, Islam itu merupakan agama yang mengajarkan hal-hal baik dan cinta akan perdamaian, bukan pada hal tragis seperti yang menimpa adik tercintanya.

"Dalam Islam tidak seperti itu. Semua yang diajarkan Islam itu baik, cinta damai. Tapi ini kan kekerasan, kekejaman yang tidak punya perikemanusiaan," tegas Riska.

Dirinya pun meminta pada Denny Siregar agar tidak membawa-bawa agama yang akan menimbulkan konflik, sebab menurutnya agama mana pun mengajarkan hal yang baik. "Tolong tidak usah bawa Islam. Karena pada dasarnya, semua agama mengajarkan hal yang baik. Begitu juga dengan Islam," tutur Mayriska Sirawati.

Sekadar informasi, dalam akun Twitter-nya, Denny mempertanyakan alasan para pelaku tega mengeroyok Haringga dengan meneriakkan kalimat tauhid.

"Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berdzikir Tiada Tuhan Selain Allah. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan lihat ISIS menggorok manusia?" dan "Berdzikir sambil menyiksa orang sampai mati itu hasil pendidikan radikalisme yang dipelihara selama sekian puluh tahun. Anak-anak itu di pendidikan agamanya selalu diajarkan ayat perang, bukan ayat kasih sayang. Masih bilang radikalisme itu tidak berbahaya?" tulis Denny Siregar.

(ce1/dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up