JawaPos Radar

Penyidikan Kasus Suap PLTU Riau-1

Akui Bertemu Penyuap Eni, Sofyan Basir: Itu Hanya Kebetulan Saja

28/09/2018, 16:59 WIB | Editor: Kuswandi
Sofyan Basir
Dirut PLT Sofyan Basir, usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, di kantor KPK Jakarta, Jumat (28/9) (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Direktur Utama PLN Sofyan Basir rampung menjalani proses pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek kerjasama pembangunan PLTU Riau-1, yang melilit tiga orang tersangka. Mereka yakni Eni Maulani Saragih, Johannes Budisutrisno Kotjo dan Idrus Marham.

Usai diperiksa, Sofyan mengaku dirinya memang diperiksa untuk mantan Mensos Idrus Marham. Namun dia mengaku semua hal yang ditanyakan kepada dirinya sudah disampaikan semua ke penyidik yang memeriksanya.

"Hari ini aku diperiksa untuk pak Idrus terus sudah beberapa pertanyaan awal dan sebagainya sudah di jawab dengan baik. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan baiklah," ujarnya usa di diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (28/9).

Sofyan Basir
Dirut PT PLN Sofyan Basir, melambaikan tangan usai diperiksa penyidik KPK terkait perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1, Jumat (28/9) (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Saat disinggung mengenai pertemuan dirinya dengan dua koleganya kala itu, yakni Dirut Pertamina yang dulu menjabat sebagai Direktur Perencanaan Strategis PLN Nicke Widyawati dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN (Persero), Supangkat Iwan Santoso, dia menegaskan itu hanya sebuah pertemuan biasa.

"Oh itu hanya pembicaraan teknis enggak ada yang serius," imbuhnya.

Sementara ketika ditanyai perihal pertemuannya dengan pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo di suatu tempat, baginya itu hanya sebuah kebetulan.

"Iya kan kebetulan Pak Kotjo pengusaha ya. Hanya membicarakan tingkat suku bunga. Yang lain sudah disampaikan ke KPK," tuturnya.

Karena kebetulan, menurutnya pertemuan itu tak ada hubungannya dengan penunjukkan langsung dalam mengawal proyek PLTU Riau-1 ini. "Kalau penunjukkan langsung itu anak perusahaan," tutupnya.

Sekadar informasi, Sofyan sempat dua kali diperiksa KPK dalam kasus ini. Bahkan, lembaganya juga sempat menggeledah rumah Sofyan dan menyita sejumlah barang, seperti dokumen dan alat komunikasi beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, KPK sudah menetapkan tiga orang dalam kasus suap kerjasama proyek PLTU-RIAU1 sebagai tersangka, yaitu Eni Maulani Saragih (EMS) yang merupakan anggota Komisi VII DPR RI, Johannes Buditrisno Kotjo (JBK) yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Idrus Marham yang merupakan mantan Sekjen Golkar.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up