JawaPos Radar

Tiongkok Menganggap Masalah Rohingya Bukan Masalah Internasional

29/09/2018, 06:35 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
tiongkok, rohingya, myanmar,
Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah menyiapkan sebuah badan untuk mengumpulkan bukti-bukti kekerasan terhadap Hak Asasi Manusia di Myanmar. Namun kritik datang dari Tiongkok yang mengatakan, isu soal Rohingya seharusnya tidak jadi masalah internasional (Gulf News)
Share this image

JawaPos.com – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah menyiapkan sebuah badan untuk mengumpulkan bukti-bukti kekerasan terhadap Hak Asasi Manusia di Myanmar. Namun kritik datang dari Tiongkok yang mengatakan, isu soal  Rohingya seharusnya tidak dijadikan masalah internasional.

Dilaporkan lebih dari 700.000 warga Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh yang merupakan negara tetangga mereka. Mereka melarikan diri dari Myanmar karena kekejaman militer terhadap etnis Rohingya.

PBB menyebut tindakan Myanmar tersebut merupakan aksi pembasmian etnis.  Tuduhan tersebut dibantah oleh Myanmar dan menyebut para teroris  Rohingya merupakan awal dari segalanya. Dewan Hak Asasi Manusia mengumpulkan suara pada Kamis, (27/9), mengenai pembentukan badan pengumpul bukti-bukti kekerasan Myanmar. Badan itu ditujukan untuk memperkuat bukti dan kemungkinan genosida di wilayah Rakhine, Myanmar Barat.

tiongkok, rohingya, myanmar,
Dilaporkan lebih dari 700.000 warga Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh yang merupakan negara tetangga mereka. Mereka melarikan diri dari Myanmar karena kekejaman militer (Reuters)

Keputusan PBB untuk membentuk badan pengumpul bukti ditentang oleh tiga negara seperti Tiongkok, Filipina, dan Burundi. Dilansir dari Reuters, mereka mengklaim bahwa pendapat mereka itu juga telah mendapat dukungan dari lebih dari 100 negara yang tersebar di dunia.

Tiongkok dan Myanmar memang memiliki hubungan yang kuat. Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abdul Hasa Mahmood Ali di New York, Tiongkok menilai masalah Rakhine merupakan masalah antara Myanmar dan Bangladesh sehingga Tiongkok tidak mau mempesulit keadaan dengan menjadikan masalah ini menjadi isu internasional.

Tiongkok mengakui bahwa besar harapannya untuk Myanmar dan Banglades dapat berdamai dan menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. PBB disebut mampu mencari jalan keluar untuk mempertemukan dua negara tersebut.

Bahkan Tiongkok mengaku bersedia untuk membantu kedua negara tersebut dengan membuatkan sebuah platform untuk berkomunikasi agar dua negara tersebut dapat menemukan solusi. Tiongkok juga menyebutkan, isu di Rakhine merupakan isu yang sangat kompleks dan memiliki sejarah yang panjang.

 

 
 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up