JawaPos Radar

Hasil Olah TKP Awal Kecelakaan di Tol Sumo

Kapolres Tulungagung, Istri, dan Ajudan Tidak Pakai Sabuk Pengaman

28/09/2018, 16:38 WIB | Editor: Dida Tenola
Kapolres Tulungagung, Istri, dan Ajudan Tidak Pakai Sabuk Pengaman
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar (kiri) bersama istrinya saat membuka kirab bendera raksasa di Gunung Budheg, Campurdarat 15 Agustus lalu (Instagram Poles Tulungagung)
Share this image

JawaPos.com – Hingga Jumat siang (28/9), Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Timur masih melakukan TKP kecelakaan yang menimpa Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar di Jalan Raya Tol Mojokerto-Surabaya. Mereka, masih berupaya mengumpulkan sejumlah fakta untuk mengnalisis penyebab pasti kecelakaan. 

Belum ada hasil pasti dari olah TKP tersebut. Namun, ada beberapa temuan penting yang didapat polisi. Salah satunya, cairan yang tercecer di sekitar lokasi kejadian. 

Wadirlantas Polda Jawa Timur AKBP M. Aldian mengatakan, cairan itu diduga berasal dari blok mesin yang pecah usai tabrakan. Dia menilai tumpahan cairan itu adalah hal yang wajar. Semua kendaraan yang mengalami benturan sangat keras akan merusak blok mesin dan menyebabkan cairan tumpah.

"Ya, namanya kecelakaan, itu pasti ada kerusakan blok mesin. Jadi tumpahan cairan itu terjadi setelah kecelakaan. Bisa berupa cairan oli," terang Aldian kepada JawaPos.com.

Kemudian, ada juga fakta lain yang didapat TAA. Yakni posisi duduk Toyota Land Cruiser nahas yang ditumpangi Tofik, istri, sopir, dan ajudannya tersebut.

Aldian menjelaskan, sang sopir Bripda Tomi dan ajudan Kapolres Tulungagung Bripda Muhammad Lutfi duduk di depan. Sedangkan Taufik dan istrinya, Anggi, duduk di baris kedua. "Tapi soal Pak Kapolres Tulungagung duduk di sebelah kiri dan istrinya di sebelah kanan atau sebaliknya, masih kami dalami. Tapi yang jelas duduk di belakang," jelas mantan Kapolres Pasuruan tersebut.

Terpisah, Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Edwin Nathanael mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan hasil olah tempat kejadian dari tim TAA. Namun, dirinya sudah mengantongi beberapa fakta sementara. 

Beberapa fakta mengarah pada aspek human error dan kondisi fisik kendaraan. Edwin menjelaskan bahwa kondisi mobil dalam keadaan baik. Tidak ada kekurangan atau kerusakan apa pun. 

Selanjutnya, saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Kapolres Tulungagung duduk di belakang sopir. Sedangkan istrinya, duduk di sebelah kiri, tepat di belakang ajudan.  "Saat melaju di tol, Pak Kapolres, istri, dan ajudannya tidak memakai sabuk pengaman. Hanya sopirnya saja yang memakai sabuk pengaman. Diduga sopirnya mengantuk," terang Edwin. 

Kemudian soal kecepatan. Diduga mobil melaju hingga 120 km per jam. Namun, itu masih sebatas dugaan. Hitungan tersebut masih akan dicocokkan dengan keterangan sopir truk tronton, Sugiyo, 41, warga Desa Puton, Kecamatan Diwek, Jombang.

"Selebihnya, belum ada fakta terbaru. Kami masih menunggu laporan data temuan dari tim TAA. Jadi kami mohon waktu," terangnya.

(ce1/HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up