JawaPos Radar

Kabur Setahun, Mantan Bupati Dharmasraya Dijebloskan ke Penjara

28/09/2018, 16:04 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Kabur Setahun, Mantan Bupati Dharmasraya Dijebloskan ke Penjara
Kepala Kejati Sumbar Priyanto saat membenarkan penangkapan buron terpidana korupsi Marlon Martua, Jumat (28/9) (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Bupati Dharmasraya Marlon Martua, akhirnya ditangkap tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (Sumbar) dan intel Kejaksaan Agung (Kejagung) di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/9) malam. Dia adalah terpidana korupsi pengadaan lahan pembangunan RSUD Sungai Dareh 2009.

Penangkapan dan penahanan Marlon sekaligus menghentikan pelarian panjangnya sejak setahun terakhir. Marlon kabur dengan cara berpindah-pindah tempat tinggal.

Kepala Kejati Sumbar Priyanto membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, rencana penangkapan Marlon dilakukan pekan lalu. Namun karena Marlon berpindah-pindah tempat, tim gabungan sempat putus pantauan tentang keberadaannya.

Lantas, setelah diintai tim Kejati Sumbar dibantu tim intel Kejagung tentang keberadaan pastinya, barulah bisa dilakukan penangkapan Kamis malam. "Tentu kami pantau. Semua yang buron kami pantau terus. Jadi, yang merasa buron, silahkan segera menyerahkan diri," terangnya kepada awak media di kantor Kejati Sumbar, Jumat (28/9).

Priyanto menerangkan, terpidana Marlon ditangkap tim sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dari penerbangan asal Pekanbaru, Riau. Setelah itu, eks Bupati ini langsung diterbangka ke Padang untuk dilakukan penahanan. "Marlon kini ditahan di Rutan Anak Air Padang," katanya.

Marlon Martua yang juga Bupati Dharmasraya periode 2005-2010 itu adalah terpidana kasus korupsi pengadaan lahan pembangunan RSUD Sungai Dareh pada 2009 di Kabupaten tersebut. Akibat perbuatannya, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp4 miliar.

Hakim Pengadilan Tipikor Padang menjatuhkan vonis awal kepada Marlon selama satu tahun penjara di tahun 2015 silam. Namun, karena lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut Marlon dipenjara selama tiga tahun, Jaksa pun melanjutkan hingga kasasi.

Setelah itu, Mahkamah Agung menerbitkan keputusan tanggal 12 April 2017. Bahkan, putusan penahanan Marlon naik menjadi enam tahun penjara dan denda Rp200 juga dengan subsider enam bulan kurungan.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up