JawaPos Radar

Kubu Prabowo-Sandi Persoalkan Banyaknya Menteri Masuk Timses Jokowi

28/09/2018, 15:58 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ahmad Muzani
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Muzani heran dengan banyaknya menteri yang menjadi Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf Amin. (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pasangan calon petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin bakal menerjunkan 14 menteri dan 1 kepala lembaga negara dalam struktur tim pemenangan di pilpres 2019. Keputusan ini pun dikritisi oleh rivalnya, koalisi Indonesia Adil Makmur.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani menyebutkan bahwa sejatinya menteri harus berkomitmen untuk bertugas kepada negara. Menurutnya, seluruh menteri harus fokus untuk memberikan pelayanan dan jaminan pembangunan kepada pemerintahan, bukan malah terjun politik.

"Soal pilpres, masalah politik dan tentu saja mestinya seorang menteri itu tidak dibebankan beban politik, semestinya seorang menteri itu terbebas urusan politik termasuk kepala daerah," kata Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (28/9).

Dia mengatakan, keputusan menteri untuk terjun dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf bakal mengganggu kinerja mereka. Muzani juga bilang keputusan ini justru akan merugikan petahana.

Selain menteri, dirinya mempermasalahkan sikap petahana yang kerap menurunkan kepala daerah untuk menjadi timses. Dia sebut, Jokowi telah menggunakan kekuasaanya berlebihan guna mempertahankan kursinya untuk kali kedua.

"Seperti di Sumbar ada Bupati bagi-bagi dana desa mengatakan 'ini dari pak Jokowi ya' coba bupati membagikan dana dari negara sumbernya APBN mengatakan bahwa ini pak Jokowi. apa artinya dia sedang menggunakan kekuatan powernya kekuasaannya untuk memenangkan pak Jokowi," cetusnya.

Di samping itu, Muzani mengakui bahwa tak ada aturan yang dilanggar dalam terjunnya kepala daerah dan menteri dalam tim pemenangan. Namun secara etika, menurutnya hal itu tak boleh dilakukan oleh masing-masing paslon.

"Itu kan soal etis, soal etik karena itu kami tidak akan melakukan hal sama untuk soal Pilkada biarpun kami punya kader yang jadi kepala daerah. Biar Pilpres urusan partai koalisi dan anda tidak perlu terlibat," tutupnya.

Diketahui, berdasarkan kpu.go.id, sejumlah menteri yang masuk ke dalam TKN 2019 Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin seperti Menko Polhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Thahjo Kumolo, Menkumham Yassona Laoly, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.

Menhub Budi Karya Sumadi, Menaker Muhammad Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A. Djalil, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menpan-RB Syafruddin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up