JawaPos Radar

Di Sulsel, Imunisasi MR Terkendala Rasa Takut

28/09/2018, 15:14 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Imunisasi MR
Proses vaksinasi MR di Makassar beberapa waktu lalu. (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Imunisasi Measles Rubella (MR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) belum berjalan dengan lancar. Tim vakninator yang bertugas di berbagai daerah, menemui kendala nyaris sama. Yakni, masyarakat takut dan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bila vaksin MR disuntikkan kepada anggota keluarganya.

"Jadi itu kendala kami yang paling utama sekali di lapangan. Orang tua anak-anak biasa takut sekali. Karena dia pikir anaknya akan sakit. Mereka pikir seperti yang beredar di media sosial Facebook, kalau gara-gara suntik MR terus meninggal. Itu kendala yang paling sering kami dapati," kata Koordinator Pelaksana Imunisasi Najamuddin saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (28/9).

Najamuddin bersama 49 petugas vaksinator lainnya ditugaskan di puskesmas Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel. Mereka mencoba menyiasati kondisi kecemasan dan ketakutan masyarakat yang berlebihan terkait vaksinasi MR. Petugas bersama pemerintah kecamatan setempat melakukan pendampingan dan sosialisasi manfaat vaksin.

Secara merata, masyarakat diberikan pemahaman bahwa apa yang mereka takutkan dan khawatirkan seperti yang tersebar di media sosial adalah bohong. "Jadi itu yang sering kami sampaikan sama masyarakat. Semua yang dilihat di facebook sama yang lainnya itu hoax. Itu informasi bohong," terangnya.

Alih-alih ketakutan itu hilang, yang terjadi justru ketakutan dan kekhawatiran masyarakat semakin menjadi-jadi. "Sampai sekarang jadi biar kami maskimalkan sosialisasi. Kami sampaikan tapi tetap saja masyarakat masih kurang percaya," ucapnya.

Di Gowa, pemerintah menargetkan vaksinasi MR harus menyentuh masyarakat secara merata dengan target 21 ribu anak hingga akhir Oktober mendatang. Target itu meliputi waktu perpanjangan yang diberikan pemerintah pusat sebelumnya.

Namun hingga akhir September, vaksinasi MR di Gowa baru mencapai 21 persen lebih. Berbeda jauh dengan target awal yang diberikan. "Itu saya juga kurang begitu yakin kalau sampai Oktober nanti bisa selesai semua. Ini saja kami tim agak susah karena banyak orang yang belum begitu percaya," tukasnya.

Di Sulsel ada 10 besar daerah dari 24 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori rendah vaksinasi MR. Satu di antaranya bahkan darurat karena baru mencapai 15 persen hingga penghujung September 2018. Daerah itu adalah Kabupaten Barru.

Sementara 9 daerah lainnya, Kabupaten Gowa 29,3 persen, Palopo 33,7 persen, Maros 33,8 persen, Sinjai 33,3 persen, Parepare 28,9 persen, Bulukumba 42,2 persen, Makassar 45,0 persen, Enrekang 50,2 persen dan Selayar 51,4 persen.

Fokus Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel hingga saat ini masih memaksimalkan proses sosialisasi. Sekaligus penyuluhan agar masyarakat semakin paham terkait vaksin MR.

"Jadi dalam sosialisasi ulang, kami akan melibatkan sebagian besar ulama-ulama dari pondok pesatren dan ulama senior untuk membantu memberikan proses pemahaman kepada masyarakat. Supaya proses vaksinasi bisa berjalan maksimal," terang Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Sulsel Bachtiar Baso dikonfirmasi terpisah.

Koordinasi dengan elemen pemuka agama diyakini mampu mempercepat dan memperluas cakupan pemberian vaksinasi MR di daerah. Bachtiar optimistis perpanjangan waktu pemberian proses imunisasi bisa tercapai sesuai dengan target awal. Yakni, sebanyak 2.333.448 anak.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan kesempatan bagi seluruh provinsi untuk melanjutkan pemberian layanan imunisasi MR higga 31 Oktober 2018. Langkah perpanjangan diambil karena daerah dianggap belum mencapai vaksinasi menyeluruh sesuai targetan awal pemerintah hingga 95 persen.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up