JawaPos Radar

BMKG Temukan 32 Titik Panas di Riau, Paling Banyak di Inhil

28/09/2018, 15:13 WIB | Editor: Dida Tenola
BMKG Temukan 32 Titik Panas di Riau, Paling Banyak di Inhil
Ilustrasi proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan denfan helikopter di Provinsi Riau, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 32 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Riau, Kamis (28/9). Hotspot itu terpantau melalui satelit Terra dan Aqua milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru.

Kepala BMKG stasiun Pekanbaru Sukisno memaparkan, berdasarkan pantauan satelit, di Pulau Sumatera tersebar 76 titik panas. "Paling banyak ada di Provinsi Riau. Kemudian Provinsi Bangka Belitung 18 titik, Sumatera Selatan 15 titik, Lampung 8 titik dan Jambi 3 titik," paparnya.

Untuk di Riau, titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Di Inhil terdapat 27 titik panas. "Kemudian, di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) masing-masing 2 titik. Di Inhu, dua titik panas itu juga terindikasi sebagai titik api," jelasnya.

Bila dibandingkan dengan hari sebelumnya, titik panas ini meningkat pesat. Pada Rabu pagi, BMKG hanya menemukan 23 titik panas.

Persebarannya masing-masing 18 titik panas di Kabupaten Inhil; Kepulauan Meranti, 3 titik panas; dan Kuansing 2 titik panas. Dari jumlah itu, ditemukan 15 titik api.

Untuk diketahui, 32 titik panas yang terpantau oleh satelit tersebut, level kepercayaannya berada di atas 50 persen. Artinya, mengindikasikan kalau di daerah tersebut akan ada kebakaran.

Sedangkan titik api yang berjumlah 29 titik tersebut, tingkat kepercayaannya berada diatas 70 persen yang artinya mengindikasikan bahwa di daerah itu terjadi kebakaran.

Meski puluhan titik panas terpantau, suhu udara di Riau berada di 24 hingga 34,5 derajat celcius. Suhu ini normal. Sementara kelembaban udara berada di antara 45 hingga 95 persen. 

 

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up