JawaPos Radar

Hanya Efektif Seminggu Sekali, Vaksin MR di Kepri Baru 44 Persen

28/09/2018, 14:53 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Hanya Efektif Seminggu Sekali, Vaksin MR di Kepri Baru 44 Persen
Ilustrasi, Vaksin MR di Kepri belum maksimal, salah satu penyebabnya jadwal vaksin yang tak efektif. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemberian vaksin Measles Rubella (MR) di Kepulauan Riau (Kepri) baru mencapai 43,97 persen. Secara nasional Kepri berada di urutan ke-7 terendah. Persentase ini berbeda sekitar 10 persen dibandingkan vaksinasi secara nasional yang baru mencapai angka 55 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menjelaskan, Dinkes terus berupaya memaksimalkan proses vaksinasi kepada masyarakat. Namun, sampai saat ini keengganan masyarakat karena faktor bahan baku vaksin masih menjadi tantangan.

Selain itu, vaksinasi yang hanya efektif sehari dalam seminggu menjadi salah satu penyebab belum signifikannya capaian vaksinasi di Kepri. Tjetjep menjelaskan, vaksin yang dalam sebotol mampu memvaksin delapan orang, dalam prosesnya tidak memberikan dorongan maksimal, karena mengharuskan minimal delapan orang baru bisa dilayani.

"Jika hari itu hanya ada satu orang yang divaksin, maka sisanya yang seharusnya bisa digunakan untuk tujuh orang lainnya akan rusak, karen menggunakan vaksin harus memecahkan bagian botol yg akan terbuka," kata Tjetjep ketika dihubungi, Jumat (28/9).

Tjetjep melanjutkan, hal ini membuat vaksinasi digunakan untuk kelompok. Mereka yang berniat datang harus menunggu waktu yang disesuaikan Dinkes melalui unit-unitnya di kabupaten kota.

Meski demikian, Dinkes Provinsi Kepri tetap melakukan kampanye agar masyarakat bisa terjamah vaksin. Bahaya yang ditimbulkan lanjut Tjetjep dapat membahayakan generasi bangsa di masa mendatang.

"Kalau kita tidak menggugah masyarakat yang terlanjur menolak, maka akan mengancam masa depan anak-anak, akan menjadi beban dengan ancaman kecacatan," kata Tjetjep lagi.

Lebih jauh, pihaknya juta telah berkoordinasi dengan MUI di tingkat kabupaten kota, untuk bersama menggugah masyarakat. Menjelaskan bahwa vaksinasi ini memang diperlukan karena berkaiatan dengan posisi darurat yang harus ditangani.

(bbi/JPC)

Alur Cerita Berita

Dua Anak di Samarinda Positif Rubela 28/09/2018, 14:53 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up