JawaPos Radar

Catatkan Saham di Bursa, Anak Usaha Bukit Sentul Melejit 70 Persen

28/09/2018, 14:46 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Catatkan Saham di Bursa, Anak Usaha Bukit Sentul Melejit 70 Persen
Pencatatan saham perdana PT Natura City Developments Tbk (CITY) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/9). (Romys Binekasri/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - PT Natura City Developments Tbk (CITY) resmi mencatatkan saham perdana ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran perdana saham kepada publik (Innitial Public Offering). Sehingga, emiten di pasar modal tahun ini menjadi 37.

Anak usaha PT Sentul City Tbk (BKSL) ini melepas 2,6 miliar saham baru pada harga Rp 120 per lembar. Itu disertai penerbitan sebanyak 975 juta waran seri I yang setiap 8 saham IPO, para investor akan memperoleh 3 waran seri I.

Dalam debut perdananya, saham CITY langsung naik 84 poin atau 70 persen ke level Rp204 per lembar saham dari harga pembukaan Rp124.

"Semoga menjadi tambahan investasi bagi investor di pasar modal," tutur Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat pembukaan perdagangan di Gedung BEI, Jumat (28/9).

Sementara Direktur Utama Natura City Elfi Daris menyatakan, pencatatan saham perdana jadi langkah awal perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.

"Visi kami menjadi perusahaan properti utama karena kami meningkatkan kualitas kehidupan dan tumbuh bersama dengan pemegang saham," tututnya.

Adapun total dana yang diperoleh perusahaan dari IPO sebesar Rp312 miliar. Dana segar akan digunakan untuk pengembangan usaha, tambahan perolehan tanah, serta modal kerja.

Elfi menyebut, dalam pengembangan usaha, ke depannya perseroan juga menjajaki untuk merambah ke daerah lainnya di Jawa Barat dan Sumatera. "Sambil mengembangkan daerah Serpong kami akan terus melihat potensi wilayah lain dan sedang menjajaki ekspansi ke luar Pulau Jawa" tambah Elfi.

Tercatat, keuangan untuk periode Desember 2017, perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp246 miliar, dengan laba usaha Rp103 miliar dan laba bersih Rp105 miliar, dengan margin laba usaha dan laba bersih sekitar 43 persen.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up