JawaPos Radar

Cegah Calo dan Joki CPNS, MenPAN-RB Gandeng Kapolri untuk Pengamanan

28/09/2018, 13:41 WIB | Editor: Kuswandi
Kapolri dan Kemenpar RB
Menpan-RB Syafruddin dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menandatangani MoU terkait persiapan, pelaksanaan, pengamanan, dan penegakkan hukum dalam rangka seleksi CPNS 2018, Jumat (28/9) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menggandeng kepolisian selama proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara Menpan-RB Syafruddin dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jumat (28/9). 

Syafruddin menerangkan, kerja sama tersebut dilakukan untuk menjaga rekrutmen CPNS berlangsung tertib dan transparan dari segi pelaksanaan fisik dan siber. Dia ingin menghapuskan joki dan calo yang kerap terjadi selama ini.

“Ada hal-hal yang bisa terjadi antara lain sistem percaloan, kemudian sistem joki yang selama ini kerap berlangsung di tengah masyarakat, itu akan diantisipasi. Kami mohon kepada Bapak Kapolri dan jajaran untuk mengantisipasi melalui operasi besar-besaran,” ujarnya di gedung KemenPAN-RB, Jakarta, Jumat (28/9).

Hal itu dianggap penting, karena walaupun Badan Kepagawaian Negara (BKN) sudah menggunakan teknologi informasi yakni protal sistem seleski CPNS nasional (SSCN) dan sudah berhasil pada tahun sebelumnya, proses tersebut tetap butuh back up pengamanan.

“Bukan hanya pengamanan dalam pelaksanaan, tapi proses dan setelah pelaksanaan,” kata mantan Wakapolri itu.

Dia berharap pengerahan polisi dapat memberikan kepastian bagi 238.015 pelamar CPNS yang nantinya akan melaksanakan seleksi. Mereka harus merasa upaya yang dihasilkan adalah murni dan tidak ada satu hal pun yang mengganggu ataupun direkayasa pihak-pihak lain.

Pengawasan yang dilakukan pihak Kepolisian diyakini mampu menciptakan keamanan. Hal itu berkaca kepada program rekrutmen Polri yang berlangsung lancar selama tiga tahun terakhir.

“Melalui cyber Polri dan sebagainya menggunakan alat-alat teknologi canggih untuk bisa menangkap para pelaku. Saya pesankan, niatan-niatan yang negatif dalam hal ini tolong dihilangkan, jangan dilakukan karena pasti ditangkap. Banyak hal yang bisa terjadi,” tegas Syafruddin.

Turut hadir dalam agenda tersebut, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Kepala BKN Bima Haria Wibisana. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up