JawaPos Radar

Koalisi Jokowi Tak Ingin Perempuan dan Emak-emak Jadi Alat Politik

28/09/2018, 13:06 WIB | Editor: Kuswandi
Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Setelah sebelumnya santer diisukan bakal bergabung dengan kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Akhirnya putri Presiden ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid memberikan dukungan ke Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Ami, Hasto Kristiyanto mengatakan bergabungnya Yenny Wahid ini memberikan kekuatan baru. Untuk itu Yenny Wahid bakal diberikan posisi strategis untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kemudian menempatkan Mba Yenny pada posisi strategis. Kami juga merancang beberapa program-program khsusus juga," ujar Hasto di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (28/9).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto juga mengaku Presiden Jokowi telah memberikan arahan khusus kepada ketua tim kampanye nasional Erick Thohir. Itu dilakukan supaya Erick Thohir bisa langsung berkoordinasi dengan Yenny Wahid.

"Apa tugas-tugas Mba Yenny nanti akan dilakukan secara bertahap. Intinya bulan Oktober seluruh konsolidasi pemenangan sudah siap," katanya.

Bergabungnya Yenny Wahid juga untuk mengangkat visi misi yang berkaitan dengan milenial, pemuda dan perempuan. Sehingga perempuan tidak dijadikan untuk kepentingan politik saja seperti yang dilakukan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kata Hasto, kubu Prabowo-Sandiaga Uno sampai saat ini terus menggunakan perempuan ataupun emak-emak untuk mengangkat isu-isu kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Jadi perempuan bukan hanya untuk kepentingan isu-isu harga telur naik. Sebagaimana yang dilakukan di sana," katanya.

Menurut Hasto, tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin akan beda memperlakukan perempuan dan emak-emak. Misalnya terus mengangkat perempuan dan emak-emak bisa membawa perubahan dalam seluruh karakter kepemimpinan di Indonesia.

"Sehingga ini akan kami gelorakan melalui kaum perempuan tersebut. Ini yang membedakan antara Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin dengan pasangan nomor urut 02," pungkasnya.

Sebelumnya, Yenny Wahid yang mewakili keluarga Gus Dur dan para Gusdurian sepakat‎ mendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang.

Sikap ini membatahkan nama putri Gus Dur, Yenny Wahid ‎yang beberapa waktu lalu dikabarkan menjadi salah satu tim pamenangan dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Yenny menambahkan, yang dicari oleh Gusdurian adalah pemimpin yang dekat dengan sederhana. Pemimpin yang bekerja keras demi masyarakat. Bukan mengatasnamakan kepentingan pribadi atau kelompok.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up