JawaPos Radar

Pejabat Imigrasi Singapura Disuap Seks Perempuan Tiongkok Demi Visa

28/09/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
singapura, suap seks, seks,
Seorang pejabat imigrasi Singapura pada Kamis menerima dakwaan karena diduga menerima sogokan berupa hubungan seksual dari perempuan Tiongkok sebagai imbalan untuk membantu mereka memperpanjang visanya (Diffen)
Share this image

JawaPos.com - Seorang pejabat imigrasi Singapura pada Kamis menerima dakwaan karena diduga menerima sogokan berupa hubungan seksual dari perempuan Tiongkok sebagai imbalan untuk membantu mereka memperpanjang visanya. Dilansir  South China Morning Post pada Kamis,  (27/9), kasus korupsi semacam ini memang tergolong langka untuk sebuah negara seperti Singapura yang dikenal karena citranya yang bersih.

Seorang sersan staf dengan Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura mengatakan, Chin Peng Sum diduga menerima seks sebagai suap dari para perempuan asing sebagai imbalan untuk memastikan bahwa visa pengunjung mereka diperpanjang.

Dia juga dituduh melanggar Undang-undang Rahasia Resmi dengan mengatakan kepada para perempuan Tiongkok tersebut terlebih dahulu tentang penggerebekan identitas yang akan terjadi sehingga mereka dapat menghindari penangkapan.

singapura, suap seks, seks,
Singapura, pusat bisnis yang berkembang dan pusat keuangan, mengambil sikap keras terhadap korupsi. Gaji pegawai negeri sipilnya termasuk yang tertinggi di dunia, sebagai upaya untuk mencegah korupsi (CNN)

"Ini adalah pelanggaran serius bagi pejabat publik untuk bertindak demi kepentingan mereka sendiri dan menggunakan posisi mereka untuk mencari keuntungan yang korup," katanya.

Singapura, pusat bisnis yang berkembang dan pusat keuangan, mengambil sikap keras terhadap korupsi. Gaji pegawai negeri sipilnya termasuk yang tertinggi di dunia, sebagai upaya untuk mencegah korupsi.

Meski kasus-kasus seperti ini masih terjadi kadang-kadang. Pada 2013, Peter Li, mantan Kepala Pasukan Pertahanan Sipil yang mengawasi layanan darurat dinyatakan bersalah melakukan korupsi dalam kasus kontrak seks dan dipenjara selama enam bulan.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up