JawaPos Radar

Desa Pandanladung Kembangkan BUMDes Air Bersih

28/09/2018, 12:41 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Sumber Air
SURVEI: Tim akademisi bersama pihak Desa Pandanlandung melakukan peninjauan ke sumber air yang akan dimanfaatkan warga. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Air bersih menjadi persoalan di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Terutama di Dusun Pandan Selatan. Sebanyak 316 kepala keluarga di dusun tersebut masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air.

Padahal kualitas air sumur di Dusun Pandan Selatan sangat buruk. Airnya keruh dengan berwarga kekuningan. "Saat musim kemarau juga sering kering," tutur Kepala Dusun Pandan Selatan Supardi, Jumat (28/9).

Sebagai solusinya, pemerintah desa setempat lantas mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk pelayanan air bersih kepada masyarakat. Ide tersebut muncul dalam musyawarah desa (musdes).

Pemerintah Desa Pandanlandung juga bekerja sama dengan tim dosen dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam Malang (Unisma). Tujuannya agar ide pengembangan BUMDes dapat terealisasi dengan baik.

Kepala Desa Pandanlandung Wiroso Hadi menjelaskan, pihaknya membutuhkan dukungan tenaga ahli yang mumpuni. Sebab tenaga ahli paham cara menaikkan air dari mata air hingga bisa disalurkan ke rumah warga.

Kajian ilmiah untuk membangun infrastruktur air bersih sangat dibutuhkan. Mengingat lokasi mata air berada di lembah dengan kedalaman sekitar 35 meter dari permukiman warga.

"Yang paham teknis bagaimana caranya untuk menyalurkan air ya teman-teman akademisi. Harapannya air bersih bisa didistribusikan dengan mudah," kata Wiroso.

Adapun tim teknis dari Unisma adalah Mochammad Basir, Nur Robi, dan Bambang Dwi Sulo. Mereka sudah melakukan pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Secara teknis, air bersih dari mata air bisa dinaikkan ke permukiman warga.

Secara teknis, nanti dibuatkan bendungan kecil di ujung mata air. Air kemudian dinaikkan ke tandon menggunakan pompa air bertenaga listrik. "Dari tandon baru kita salurkan ke rumah warga," tutur Basir.

Sumber energi listrik untuk menghidupkan mesin pompa air sedang dirancang. Yakni menggunakan listrik dari PLN, serta listrik dari pembangkit listrik mikro hidro. Air yang mengalir dari mata air bisa dimaanfaatkan untuk memutar turbin sebagai pembangkit listrik. Tentunya dengan melakukan rekayasa teknis.

Basir menjabarkan, air dari sumbernya bisa kembali dibendung. Kemudian dibuatkan saluran menuju turbin dengan memanfaatkan gaya gravitasi. "Dengan demikian, sumber energi listriknya untuk memutar pompa air bisa dipenuhi sendiri," papar Basir.

Basir menekankan, keterlibatan akademisi dalam mengembangkan teknologi tepat guna di desa sangat dibutuhkan. " Tujuannya agar desa bisa semakin berkembang dan mandiri. Serta tercipta kesejahteraan bagi masyarakatnya," tegasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up