JawaPos Radar

Soal Habib Rizieq di Saudi, KBRI Riyadh: Belum Ada Laporan Pencekalan

28/09/2018, 12:19 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
habib rizieq, arab saudi,
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya pencekalan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Mohammad Rizieq Syihab atau Habib Rizieq (Picture-Alliance)
Share this image

JawaPos.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya pencekalan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Mohammad Rizieq Syihab atau Habib Rizieq oleh otoritas Imigrasi Arab Saudi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Agus juga menegaskan, pihaknya di KBRI Riyadh belum menerima nota diplomatik dari Kementerian Luar Negeri (Wazarah Kharijiyyah) Kerajaan Arab Saudi terkait hal tersebut.

"KBRI Riyadh sebagai lorong komunikasi antara Indonesia dan Arab Saudi sama sekali tidak pernah menerima nota atau brafaks dari Menlu RI, Kapolri, Ka-Bin dan Pejabat Tinggi yang lain terkait keberadaan MRS (inisial Muhammad Rizieq Shihab) di Arab Saudi," katanya dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (28/9).

habib rizieq, arab saudi,
KBRI Riyadh sebagai lorong komunikasi antara Indonesia dan Arab Saudi sama sekali tidak pernah menerima nota atau brafaks dari Menlu RI (The Jerusalem Post)

Perlu diketahui bahwa Imam Besar FPI Rizieq Syihab saat ini tinggal di Arab Saudi. Kabar terkini adalah bahwa ia dikabarkan dicekal oleh pihak imigrasi Arab Saudi.

Berdasarkan penelusuran KBRI Riyadh, saat ini visa yang digunakan oleh MRS untuk berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi (KAS) telah melewati batas waktu yang ditentukan. MRS mempergunakan visa ziyarah tijariyyah atau visa kunjungan bisnis yang tidak bisa dipergunakan untuk kerja.

"Visa bernomor 603723XXXX ini bersifat multiple (beberapa kali keluar masuk) dan berlaku satu tahun dengan izin tinggal 90 hari per entry," kata Agus.

"Visa ini sebenarnya sudah habis masa berlakunya pada tangal 9 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa No 603724XXXX hingga intiha’ al-iqamah (akhir masa tinggal) pada tanggal 20 juli 2018," tambahnya.

Untuk perpanjangan visa, seorang WNA harus keluar dari KAS untuk mengurus administrasi. Akibatnya keberadaan MRS sampai hari ini masih berada di KAS, maka sejak tanggal 21 Juli 2018, MRS sudah tidak memiliki izin tinggal di KAS.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up