JawaPos Radar

Kasus Suap PLTU Riau-1

KPK Kembali Periksa Dirut PLN Sofyan Basir

28/09/2018, 10:59 WIB | Editor: Kuswandi
Sofyan Basir
Dirut PLN Sofyan Basir usai diperiksa KPK (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil Dirut PLN Sofyan Basir. Sofyan diperiksa untuk yang ketiga kali terkait kasus dugaan suap proyek kerjasama PLTU Riau-1 yang sudah membelit tiga orang tersangka yakni Eni Maulani Saragih, Johannes Budisutrisno Kotjo dan Idrus Marham.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut pemeriksaan terhadap Sofyan kali ini sebagai saksi untuk mantan Mensos Idrus Marham. "Tentu kami perlu memeriksa Sofyan Basir untuk tersangka IM," ujarnya pada awak media, Kamis (27/9).

Terkait pemeriksaan Sofyan, mantan aktivis ICW ini menuturkan, pemeriksaan dua kali sebelumnya yang sempat dijalani oleh Sofyan untuk Eni dan Johannes, saat itu, penyidik mengklarifikasi mengenai proses pemilihan konsorsium sehingga terpilihnya Blackgold Natural Resources hingga tahapan dari proyek PLTU Riau-1 itu sendiri.

"Bagaimana proses sebenarnya sampai pada pembentukan pokok konsorsium dan tahapan-tahapan dari proyek PLTU Riau-11. Tapi apakah hanya itu, yang bakal didalami besok tentu penyidik yang lebih tahu itu," jelasnya.

Sementara itu, menanggapi pemeriksaannya hari ini, Sofyan sudah memenuhi panggilan penyidik. Dia datang sekitar pukul 10.06 WIB dengan mengenakan baju kemeja putih dipadu celana hitam. Namun, saat ditanya perihal kasus yang melilit sejumlah koleganya, dia enggan berbicara detail perihal proses pembahasan proyek PLTU Riau-1. Demikian juga ketika ditanya apakah adanya pembahasan fee dengan Eni di kantornya, terkait proyek jumbo tersebut.

"Oh enggak, itu di kantor. Itu awal. Enggak ada (bahas fee)," ucap Sofyan.

Sekadar informasi, Sofyan sempat dua kali diperiksa KPK dalam kasus ini. Bahkan, KPK juga sempat menggeledah rumah Sofyan dan menyita sejumlah barang, seperti dokumen dan alat komunikasi beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan tiga orang dalam kasus suap kerjasama proyek PLTU-RIAU1 sebagai tersangka, yaitu Eni Maulani Saragih (EMS) yang merupakan anggota Komisi VII DPR RI, Johannes Buditrisno Kotjo (JBK) yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Idrus Marham yang merupakan mantan Sekjen Golkar.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up