JawaPos Radar

Tak Hanya Buat Kecantikan, Metode Radiofrekuensi Sembuhkan Nyeri Saraf

28/09/2018, 10:45 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Metode Radiofrekuensi, pengobatan nyeri saraf,
Ilustrasi pengobatan nyeri saraf dengan terapi radiofrekuensi. (French Beauty Institute)
Share this image

JawaPos.com -  Salah satu perawatan kecantikan yang dilakukan kaum hawa adalah dengan Radiofrekuensi (RF). Perawatan tersebut biasa digunakan sebagai setrika wajah untuk mengencangkan dan mencerahkan.

Ternyata kegunaan RF dengan metode yang berbeda juga digunakan di dunia medis. Terobosan ini digunakan untuk mengobati penyakit gangguan saraf pada wajah yang dikenal dengan Trigeminal Neuralgia.

Trigeminal neuralgia merupakan kondisi kesehatan yang cukup banyak diderita individu, secara spesifik ditandai dengan nyeri di sekitar wajah. Sebelum ditemukannya teknologi radiofrekuensi ablasi sebagai salah satu penanganan trigeminal neuralgia, obat-obatan dan pembedahan menjadi terapi yang dapat dilakukan tenaga medis.

"Sayangnya obat-obatan terbukti tidak mampu secara efektif meredakan nyeri yang dialami pasien," kata Pakar Nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, dalam konferensi pers, Kamis (27/9).

Saat ini, dengan radiofrekuensi ablasi merupakan teknik minimally invasive, diharapkan pasien trigeminal neuralgia bisa ditangani tanpa harus melakukan rawat inap di rumah sakit (one day care).

"Dunia kedokteran didukung teknologi. Salah satu teknologi adalah laser. Laser bisa dipakai industri, alat perang, dan kecantikan. Sekarang operasi tulang belakang pun pakai laser. Begitu pula dengan RF mirip seperti laser yang bisa digunakan untuk kecantikan tapi prinsip kerjanya beda. Penggunaannya bisa untuk saraf, jantung, hepatoma (menghancurkan nodul kanker), bisa dipakai untuk menyayat, serta bisa dipakai untuk kecantikan," jelas dr. Mahdian.

Saat metode RF digunakan dan ditempelkan, maka saraf bisa dilumpuhkan dalam jangka waktu yang lama yakni 4 bulan sampai 24 bulan.

"Bisa baalkan rasa nyeri pinggang, diobati hingga nyeri-nyerinya hilang. Leher juga. Soal harganya kisaran Rp 18 juta dan masih belum ditanggung BPJS," jelas dr. Mahdian.

Para pakar nyeri di dunia berpendapat, kasus trigeminal neuralgia paling banyak didapatkan pada cabang saraf trigeminal V2 dan V3 (32%). Bedah mikrovaskular dalam beberapa peneitian terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien karena mampu mengatasi nyeri yang sebelumnya di derita dalam jangka panjang.

Namun demikian teknik perkutan seperti radiofrekuensi juga terbukti memberikan hasil yang memuaskan dengan tingkat keberhasilan terapi mencapai 90 persen, dengan tingkat kekambuhan yang juga lebih tinggi dibandingkan teknik bedah mikro. Pengobatan menggunakan teknologi radiofrekuensi (RF) perkutan pada saraf sensorik trigeminal yang merupakan root dari retrogasserin terbukti aman dan sangat menjanjikan untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami pasien dengan efektivitas terapi yang mampu bertahan lama. Di sisi lain teknologi minimally invasive ini sangat mudah diaplikasikan dokter dan dikerjakan dalam waktu yang cukup singkat.

"Dalam beberapa penelitian juga cukup aman dilakukan pada pasien dengan kemungkinan risiko komplikasi paska tindakan yang sangat minimal meliputi infeksi atau nyeri di lokasi penyuntikan. Keunggulan lainnya prosedur radiofrekuensi perkutan juga tidak membutuhkan rawat inap sehingga memudahkan pasien dan keluarga," tutupnya. 

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up