JawaPos Radar

Dana Pembangunan di Batam Dianggarkan Rp 4,4 Triliun

28/09/2018, 10:35 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Lukita Dinarsyah Tuwo
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (Kiri) dan Wali Kota Natam HM Rudi. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pembangunan Kota Batam pada 2019 akan didukung anggaran sebesar Rp 4,4 triliun. Dana tersebut bersumber dari anggaran Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam. Dana itu belum termaksud dari anggaran program pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri).

Dari total Rp 4,4 trilun, BP Batam akan menyokong Rp 1,8 triliun. Dana itu telah disetujui dalam pembahasan di Komisi VI di DPR RI. Sementara anggaran yang disiapkan Pemko Batam sekitar Rp 2,6 triliun. Dana tersebut masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2019.

Anggaran BP Batam yang disetujui turun dibandingkan tahun lalu sekitar 2 triliun. "Anggaran untuk BP Batam sudah disetujui DPR RI, sesuai dengan yang diputuskan Menteri Keuangan dan Bappenas," kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

BP Batam masih mengusulkan tambahan dana untuk mendukung kelanjutan pengembangan bandara dan pelabuhan. Termasuk untuk mendukung industri. BP Batam tidak memberikan patokan alokasi anggaran dari pusat karena APBN terbatas. "Jika pemerintah pusat tak bisa memberikan tambahan rupiah murni, akan kami upayakan dari sumber dana PNBP di BP Batam," imbuh Lukita.‎

Usulan tambahan anggaran BP Batam pada 2019 sebesar Rp225 miliar. Rinciannya, untuk pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim sebesar Rp 200 miliar, dan pengembangan jalan kolektor kawasan strategis nasional sebesar Rp25 miliar.

Sekadar informasi, anggaran BP Batam mengalami penurunan dibanding 2018 lalu yang jumlahnya sebesar Rp 2 triliun. Sejak 2015 hingga 2018, sejatinya anggaran BP Batam selalu mengalami kenaikan. Pada 2015, anggarannya Rp 1,029 trilun. Kemudian meningkat menjadi Rp 1,417 trilun pada 2016. Lalu 2017, naik menjadi Rp 1,750 triliun dan 2018 menjadi Rp 2,046 trilun.
‎‎
‎Sementara untuk Pemkot Batam, angka 2,6 triliun merupakan rencana proyeksi target pendapatan 2019. Angka ini mengalami kenaikan dibanding APBD Perubahan Kota Batam sebesar Rp 2,5 triliun.

Adapun Pendapatan Asli Daerah ditargetkan sebesar Rp 1.316.096.599.382. Dari dana perimbangan sebesar Rp 963.011.072.886. Serta dari pendapatan lain yang ditargetkan Rp302.892.327.732.

Wali Kota Batam HM Rudi menjelaskan, prioritas pembangunan Batam tahun anggaran 2019 difokuskan pada peningkatan infrastruktur dan utilitas, pengendalian banjir, serta kebersihan di kawasan perkotaan dan hinterland.

Selain itu, peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan kualitas mutu serta pelayanan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Sekaligus peningkatan sarana dan prasarana transportasi, peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up