JawaPos Radar

Simak Tatalaksana Pengobatan Nyeri Wajah Akibat Gangguan Saraf

28/09/2018, 10:27 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
penyebab wajah nyeri, Trigeminal neuralgia,
Ilustrasi nyeri pada wajah. (Today Show)
Share this image

JawaPos.com - Nyeri wajah akibat gangguan saraf yang disebut Trigeminal Neuralgia membuat pasien mengeluh kesakitan. Biasanya dokter akan melakukan sejumlah tatalaksana pengobatan.

Di antaranya, terapi trigeminal neuralgia umumnya dimulai dengan pemberian obat-obatan. Namun pada sebagian orang, pemberian obat tidak memberikan hasil yang baik, atau disertai efek samping yang tidak menyenangkan pada pasien. Sehingga, terapi injeksi atau operasi bisa menjadi pilihan selanjutnya.

"Terdapat beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri yang disebabakan trigeminal neuralgia. Namun banyak pasien yang hanya mendapat pereda nyeri sementara," kata Pakar Nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, dalam konferensi pers, Kamis (27/9).

Berbagai obat-obatan dan tindakan pembedahan pada penderita trigeminal neuralgia, di antaranya,

 Antikonvulsan

Dokter mungkin meresepkan carbamazepine (tegretol, carbatrol) untuk pasien. Obat antikonvulsan lain yang dapat diresepkanpada pasien meliputi oxcarbamezepin, lamotrigin dan fenitoin. Gabapentin juga bisa diberikan pada pasien untuk mengatasi hal ini.

Jika terapi anti konvulsan yang diberikan tidak memberikan efektivitas yang baik pada pasien dokter mungkin meningkatkan dosis atau mengantinya dengan obat lain. Efek samping obat anti konvulsan yang sering muncul pada pasien seperti pusing, mual, mengantuk.

Obat Antispasmodic

Muscle relaxing agent seperti baclofen (gablofen, lioresal) dapat digunakan sebagai obat tunggal atau sebagai kombinasi dengan carbamazepine. Efek samping yang mungkin muncul pada pasien meliputi rasa mual dan kantuk.

Botulinum Toxin

Beberapa penelitian menyebutkan peran botulinumtoxin A (onabotulinumtoxin A) dalam mengurangi rasa sakit yang disebabkan trigeminal neuralgia, terutama pada kelompok individu yang tidak merespon dengan obat- obatan konvensioanal.

Dekompresi Mikrovaskular

Prosedur ini ditujukan untuk memindahkan atau menghilangkan pembuluh darah yang mengalami kontak/ menekan saraf trigeminal. Sehingga bisa mengembalikan fungsi saraf kembali normal. Pada prosedur ini, dokter akan membuat sebuah sayatan di bagian belakang telinga pada sisi wajah yang mengalami rasa sakit. Lewat lubang tersebut dokter memindahkan pembuluh darah atau saraf, dan kemudian menempatkan sebuah bantalan lembut diantaranya. Dapat juga dilakukan pemotongan saraf trigeminal (neurectomy).

“Dekompresi mikrovaskular terbukti efektif menghilangkan atau mengurangi rasa sakit yang dialami pasien trigeminal neuralgia,” jelas dr. Heri Aminuddin. Namun teknik ini memiliki beberapa risiko. Di antaranya penurunan fungsi mendengar, wajah menjadi kendur, mati rasa pada daerah wajah.

Stereotaktik Radiosurgery

Prosedur ini juga dikenal sebagai gamma knife, dokter akan memberikan radiasi terfokus dengan dosis tertentu pada saraf trigeminal pasien. Tindakan radiasi ini diharapkan mampu mengurangi rasa sakit yang dirasakan pasien. Prosedur ini dapat dilakukan hingga beberapa kali.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up