JawaPos Radar

Abbas Minta AS Batalkan Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

28/09/2018, 09:25 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
yerusalem, abbas, israel,
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) agar membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB (The Jerusalem Post)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) agar membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Kamis, (27/9). Abbas juga meminta AS untuk menggagalkan pemotongan dana bantuan untuk Palestina, sebab menurutnya keputusan-keputusan AS selama ini justru merusak solusi dua negara.

"Dengan semua keputusan ini, Pemerintahan AS telah mengingkari semua komitmen sebelumnya, dan telah merusak solusi dua negara," kata Abbas dalam pidatonya dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB dilansir dari Reuters, Kamis, (27/9).

"Saya meminta kepada Presiden Trump untuk membatalkan keputusannya mengenai Yerusalem, pengungsi, dan permukiman," tambahnya.

yerusalem, abbas, israel,
Perundingan perdamaian Israel-Palestina terakhir adalah pada 2014. Ada keraguan Presiden AS Donald Trump dapat mengamankan kesepakatan akhir, karena justru mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Guardian)

Perundingan perdamaian Israel-Palestina terakhir adalah pada 2014. Ada keraguan Presiden AS Donald Trump dapat mengamankan kesepakatan akhir, karena ia justru mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 dan memindahkan Kedutaan Besar AS di sana pada Mei 2017.

Palestina ingin mendirikan negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Israel merebut wilayah-wilayah itu dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaplok Yerusalem Timur, langkah yang tidak diakui secara internasional. Israel menganggap semua kota sebagai ibu kota abadi dan tak terpisahkan.

“Saya suka solusi dua negara. Itulah yang menurut saya paling berhasil," kata Trump pada Rabu (26/9), tetapi kemudian pada hari itu pula ia mengatakan dia juga akan mendukung solusi satu negara jika kedua pihak menginginkannya.

Abbas mengatakan, AS tidak lagi menjadi satu-satunya mediator. “AS bertindak sebagai mediator; Namun sekarang kami melihat AS dengan mata baru. AS tidak bisa menjadi mediator sendirian," kata Abbas.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengkritik pidato Abbas, mengatakan, "Daripada menanggapi tangan Israel dan AS yang terulur, satu-satunya hal yang menarik adalah menyelesaikan konflik dan mendorong wilayah tersebut menuju konfrontasi," katanya.

Sebelumnya pada Kamis, (27/9), Presiden Mesir Abdel Fattah AlSisi menyerukan dimulainya kembali perundingan perdamaian Israel-Palestina ketika ia bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sela-sela Majelis Umum PBB.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up