JawaPos Radar

30 Tahun Mengabdi Jadi Honorer

Kisah Abi Penjaga Museum SMB II Palembang yang Jago Berbahasa Inggris

28/09/2018, 09:10 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Kisah Abi Penjaga Museum SMB II Palembang yang Jago Berbahasa Inggris
Abi Sofian, si penjaga Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dengan wajah yang penuh keriput dan jalan yang sudah lambat, Abi Sofian, si penjaga Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang tetap melontarkan senyum kepada para pengunjung. Dia juga selalu bersemangat dalam bekerja meski usianya sudah lanjut.

Dengan kepiawannya berbahasa Inggris, dirinya pun menerangkan satu persatu sejarah tentang museum peninggalan Belanda tersebut kepada para turis yang berkunjung.

Abi Sofian merupakan honorer Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang telah mengabdi 30 tahun lamanya. Selama puluhan tahun itu dia mengabdi di Dinas Kebudayaan Kota Palembang sebagai pemandu wisata serta penjaga museum SMB II Palembang.

Kisah Abi Penjaga Museum SMB II Palembang yang Jago Berbahasa Inggris
Abi Sofian, si penjaga Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. (Alwi Alim/JawaPos.com)

Abi mengaku mulai menjalani karirnya sebagai honorer sejak tahun 1988. Dimana saat itu, dia merupakan pedagang asongan di Pasar 16 Ilir Palembang yang sering mengajak jalan para turis.

Kemudian, dirinya diminta oleh mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang untuk menjadi honorer. Abi pun akhirnya ditunjuk sebagai tour guide di Kota Palembang.

Dirinya kemudian, mendapatkan penataran dan pelatihan. Mulai dari Bahasa Inggris, mengenai kebudayaan dan lain sebagainya. "Alhamdulillah sekarang saya bisa Bahasa Inggris dan mengerti tentang kebudayaan dan aturan-aturan yang berlaku," katanya saat ditemui JawaPos.com, Jumat (28/9).

Hingga akhirnya ditahun 1995, dirinya ditempatkan sebagai penjaga museum SMB II Palembang yang merupakan peninggalan rumah petinggi Belanda di zaman penjajahan. "Sampai sekarang saya bekerja disini untuk menjaga dan menjelaskan sejarah dari museum tua ini," terangnya.

Menurut Abi, sebagai honorer dirinya telah berulang kali mencoba mengikuti penerimaan CPNS. Namun, tetap gagal hingga kini dirinya pun terbentur dengan usia yang tidak lagi muda. Sehingga harapan untuk menjadi PNS pun harus pupus.

Meskipun sebagai honorer dirinya tidak pernah sedikit pun mengeluh karena ini merupakan takdir tuhan kepada dirinya selama bekerja. "Sama saja baik honorer maupun PNS, mungkin kalau saya jadi PNS saya tidak selama ini menjaga museum," ujarnya sembari tersenyum.

Meskipun sebagai honorer dirinya berterima kasih kepada pemerintah daerah karena gaji yang diberikan sesuai dengan UMR. Hanya saja, sebagai honorer tentunya tidak ada tunjangan dihari tua.

"Saya berharap meski honorer, tetap diberikan tunjangan," harap Abi Sofian ayah dari tiga anak ini.

Dirinya juga berharap kedepannya banyak penerus atau generasi muda yang mengerti tentang sejarah. Menurutnya Kota Palembang ini sangat banyak memiliki sejarah bukan hanya Museum SMB II Palembang tetapi banyak juga yang lainnya.

Karena itu, selagi dirinya masih bernapas akan terus menyampaikan sejarah-sejarah yang ada di Kota Palembang bagi para pengunjung. "Jangan sampai sejarah kita hilang tergerus asing," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up