JawaPos Radar

Jangan Sepelekan Nyeri di Wajah, Bisa Jadi Tanda Trigeminal Neuralgia

28/09/2018, 08:36 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
penyebab wajah nyeri, Trigeminal neuralgia,
Ilustrasi wajah yang nyeri. (Today Show)
Share this image

JawaPos.com - Gangguan saraf yang menyebabkan rasa nyeri bisa terjadi pada bagian tubuh manapun. Tak terkecuali pada wajah yang bisa membuat si penderita merasa tak nyaman bahkan sakit ketika senyum dan makan.

Lalu, apakah nyeri pada wajah itu wajar?

Rasa nyeri pada wajah yang datang tiba-tiba bisa jadi pertanda Trigeminal Neuralgia. Penyakit ini secara medis sering disebut douloureux, ketika terjadi gangguan pada saraf trigeminal di daerah wajah pasien. Nyeri trigeminal terjadi ketika ada kontak antara pembuluh darah arteri atau vena dengan saraf trigeminal.

penyebab wajah nyeri, Trigeminal neuralgia,
Pakar Nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menjelaskan penyakit gangguan saraf Trigeminal Neuralgia. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

"Kontak inilah yang kemudian menekan saraf dan menyebabkan gangguan fungsi. Nyerinya hebat sekali," jelas Pakar Nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, dalam konferensi pers, Jumat (27/9).

Gejala awal yang sering terjadi pada pasien dengan trigeminal neuralgia adalah nyeri di wajah yang terjadi secara sepontan, dalam waktu yang singkat. Namun kondisi ini, lama kelamaan bisa berkembang lebih berat, dari sisi nyeri yang dialami pasien dan intensitas munculnya nyeri.

Dari kepustakaan yang ada disebutkan bahwa nyeri trigeminal neuralgia lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Dengan risiko lebih besar menyerang ketika usia lanjut di atas 50 tahun.

"Dulu saat saya belum menjadi dokter, ada tetangga saya katanya meninggal bunuh diri minum racun serangga karena saking sakitnya seperti sakit gigi tapi enggak sembuh-sembuh. Setelah saya kuliah kedokteran baru ingat kejadian itu sangat hebat berarti nyerinya," jelas dr. Mahdian.

Faktor Pemicunya

Spesialis Bedah Saraf Brain and Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, dr. Heri Aminuddin, SpBS(K), menjelaskan Trigeminal Neuralgia dapat terjadi akibat adanya proses penuaan. Atau dapat dikaitkan dengan sklerosis multipel (penyakit sejenis yang menyebabkan kerusakan selubung mielin yang berfungsi melindungi saraf). Trigeminal neuralgia juga dapat terjadi akibat penekanan tumor di saraf trigeminal.

"Tidak menutup kemungkinan trigeminal neuralgia terjadi akibat adanya lesi di otak atau beberapa kondisi kesehatan yang meliputi luka bedah dan stroke," ungkapnya.

Mengenal Tipe Nyeri Trigeminal Neuralgia

Ada beberapa pembagian jenis trigeminal neuralgia dan nyeri yang umumnya muncul pada pasien. Terdiri dari 3 tipe dengan skala nyeri berbeda.

Pada trigeminal neuralgia tipe 1 (klasik) nyeri umumnya terjadi secara spontan dengan durasi nyeri umumnya episodic. Sementara trigeminal neuralgia tipe 2 (atipikal) nyeri datang secara spontan dengan durasi nyeri yang terjadi konstan (terus menerus). Pada tipe trigeminal tipe 3 (injury) kondisi ini terjadi karena trauma ataupun bekas operasi sinus. Sedangkan pada secondary trigeminal neuralgia profil nyeri yang tampak pada pasien dapat berupa klerosis multiple.

Diagnosis Pasien Trigeminal Neuralgia

Umumnya dokter akan mendiagnosis pasien trigeminal neuralgia dengan empat langkah,

Tipe
Nyeri trigeminal neruralgia umumnya hadir secara tiba-tiba, dengan nyeri yang sangat menusuk.

Lokasi
Nyeri ini hadir di wajah dan melibatkan saraf trigeminal.

Pencetus
Nyeri ini hadir ketika Anda menyentuh atau merangsang bagian wajah, seperti makan, minum, berbicara, bahkan terkena angin sepoi-sepoi nyeri juga dapat muncul.

Pemeriksaan
Beberapa pemeriksaan mungkin dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis trigeminal neuralgia, di antaranya pemeriksaan neurologis. Dokter mungkin akan menyentuh bagian wajah. Hal ini dilakukan untuk memastikan lokasi dimana rasa sakit itu berasal. Tidak menutup kemungkinan cabang-cabang saraf trigeminal juga mengalami nyeri. Test refleks juga membantu dokter menentukan apakah terjadi penekanan pada saraf atau kondisi lainnya.

Lalu dengan Magnetic resonance imaging (MRI). Dokter mungkin menyarankan melakukan pemeriksaan MRI, hal ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya sklerosis multipel atau tumor yang menyebabkan trigeminal neuralgia. Pada beberapa kasus dokter mungkin menyuntikan zat pewarna ke dalam pembuluh darah untuk mengetahui aliran vena atau arteri (magnetic resonance angiogram).

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up