JawaPos Radar

Melirik Gurihnya Bisnis Laundry bagi Pemula

28/09/2018, 09:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bisnis Laundry
ILUSTRASI: Bisnis laundry merupakan salah satu bisnis yang tidak mengenal musim dan kian menjamur di tengah-tengah masyarakat. Selain menguntungkan juga bisa diwariskan. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bisnis laundry merupakan salah satu bisnis yang tidak mengenal musim dan kian menjamur di tengah-tengah masyarakat. Selain dianggap mudah, prospek ke depan bisnis laundry semakin menjanjikan.

Banyak pengusaha laundry yang menganalogikan, selama manusia masih memakai baju artinya bisnis laundry tetaplah berkibar. Namun menjamurnya bisnis laundry juga patut diwaspadai.

Apabila tidak diimbangi dengan inovasi dan pengembangan, maka bisnis yang berurusan dengan cuci-mencuci tersebut terancam stagnan dan ujung-ujungnya bangkrut.

"Boleh dikatakan, usaha laundry itu seperti kebutuhan pokok. Sangat menjanjikan dan bisa diwariskan," ucap Nanang Mahendra, Ketua Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia (HIPLI) Jateng kepada JawaPos.com, Kamis (27/9).

Menurutnya, membuka usaha laundry cukup mudah, asalkan tahu ilmunya. Lantaran prospek yang menjanjikan, banyak pengusaha laundry bermunculan. Namun apabila salah perhitungan, banyak juga pengusaha laundry yang gulung tikar. Di Solo Raya sendiri, saat ini tercatat sudah ada ratusan pengusaha laundry yang tergabung dalam komunitas.

"Saya katakan, bisnis laundry itu masih sangat menjanjikan. Bisnis laundry itu ibarat makanan, karena sudah kebutuhan pokok," papar pria yang mempunyai usaha 'Junior Laundry' ini menambahkan.

Selain mudah, untuk membuka bisnis laundry pun tidak membutuhkan modal besar. Semua bisa disesuaikan dengan budget. Namun tentunya budget tersebut mempengaruhi dari perkembangan bisnis tersebut. "Mau berapapun bisa modalnya, intinya disesuaikan dengan kebutuhan saja," imbuh dia.

Kini, dari usaha laundry tersebut, dalam sebulan Nanang bisa meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah. Hal senada juga diungkapkan oleh pengusaha laundry Septian Angga Wibowo, 31. Bermodalkan nekat, pria asal Sragen tersebut kini fokus membuka usaha laundry di daerahnya Singopadu, Sragen.

Pelan tapi pasti, selama 4 tahun merintis, usaha laundry-nya kini semakin berkembang. "Jadi perlu dicatat, laundry itu bukan hanya baju, tapi bisa helm, karpet, segala macam yang bisa dicuci," papar dia.

Apabila penasaran dengan usaha laundry, pihaknya berniat mengadakan 'Gebyar Hipli Jateng 2018' yang akan membedah tentang seluk beluk usaha laundry, tidak hanya membahas soal cuci baju semata, tetapi mendetail hingga kiat-kiat menjadi pengusaha tangguh.

"Nanti eventnya kita adakan pada 7 Oktober. Kita nanti akan undang pakar-pakar per-laundry-an. Kontak saja di sini 085642027676," bebernya.

Sebelum membuka usaha laundry, Angga bersama dengan istrinya Fitri Utama, 30, sudah pernah melakoni sejumlah usaha. Mulai dari berjualan di pasar legi Solo, berjualan es degan hingga counter handphone. “Saya sudah 4 tahun dan mantep di laundry. Lumayan per bulan omzetnya sekitar 6-7 juta,” imbuhnya.

(gul/sar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up