JawaPos Radar

Wujudkan Pertanian Modern Berbasis Teknologi

28/09/2018, 06:30 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Wujudkan Pertanian Modern Berbasis Teknologi
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meninjau pembangunan jalan tani yang dibiayai dari dana desa dengan skema padat karya tunai. (Dok. Kemendes)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) me-launching program Smart Farming 4.0 di Situbondo, Jawa Timur, pada 24 September 2018. Melalui penggunaan teknologi, produksi pertanian dan kesejahteraan petani Indonesia diharapkan bisa terus meningkat.

Bertepatan dengan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2018 dan Pembukaan Expo 2 Abad Kabupaten Situbondo, Kementerian Desa, Pemba­ ngunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) me-launching Smart Farming 4.0 di Kabupaten Situbondo.

Dalam kesempatan itu, Ditjen PDT juga menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo dan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) di Pendapa Bupati Situbondo Senin (24/9). Penandatanganan MoU itu terkait dengan kegiatan percontohan penyediaan sensor tanah dan cuaca berbasis internet di bidang pertanian yang terintegrasi dengan drone sprayer serta drone surveillance untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Situbondo.

Rangkaian launching Smart Farming 4.0 diawali dengan diskusi Dirjen PDT dan bupati Situbondo dengan para kelompok tani Desa Battal, Kecamatan Panji, tentang penggunaan teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tani serta pemasaran produk pertanian melalui e-commerce. Penerapan Smart Farming tersebut diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Situbondo.

Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo mengatakan, konsep Smart Farming secara sederhana bisa diartikan sebagai precision agriculture atau bertani yang lebih tepat. “Jadi, satu lahan tidak harus dipupuk semua. Satu lahan tidak harus dikasih pestisida semua. Bahkan, satu lahan tidak harus dialiri air semuanya. Melalui sensor yang diciptakan PT MSMB informasi terkait kebutuhan lahan pertanian itu bisa diketahui petani,” ungkapnya.

Penggunaan teknologi di bidang pertanian juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui informasi terkait dengan lahan, mendata jenis tanaman, informasi waktu panen, dan lain sebagainya. “Dengan teknologi, kita bisa mengetahui berapa ribu pohon mangga di Situbondo. Kondisinya seperti apa, kapan berbunga, kapan panen, dan sebagainya. Jadi, kita bisa prediksi dan itu akan memudahkan dinas pertanian untuk mengatur logistiknya dan dijual ke mana,’’ tuturnya.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menegaskan, penerapan teknologi di bidang pertanian menjadi salah satu solusi pertanian di Situbondo. "Ini (Smart Farming) menjadi solusi untuk para petani kita. Dengan drone, kita bisa memetakan lahan pertanian kita. Kemudian, yang bekerja adalah drone yang menggantikan peran manusia dan drone ini bekerja sesuai dengan peta yang sudah dibuat," paparnya.

Menurut Dadang, dirinya akan mendorong penerapan teknologi di bidang pertanian. Sebab, konsep pertanian masa depan mengarah pada pemanfaatan teknologi. "Ini harus didorong terwujud di Situbondo. Walaupun hari ini barang kali kita baru memulai, kalau Pak Dirjen mengawal, kenapa kita tidak yakin dalam dekade satu tahun mendatang ada perkembangan yang luar biasa di Situbondo di bidang pertanian," lanjut Dadang.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up