JawaPos Radar

Cerita Sri Mulyani Alotnya Proses Ambil Alih 51 Persen Saham Freeport

28/09/2018, 05:30 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Cerita Sri Mulyani Alotnya Proses Ambil Alih 51 Persen Saham Freeport
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui proses negosiasi untuk meningkatakan kepemilikan saham Indonesia ke PT Freeport Indonesia menjadi 51,23 persen cukup pelik. Namun, berkat kerja keras semua pihak, proses tersebut bisa terus berjalan.

Sampai saat ini, Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero), Freeport McMoRan Inc (FCX) dan Rio Tinto, melakukan penandatanganan Sales and Purchase Agreement (SPA). Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.

Sejumlah perjanjian tersebut meliputi Perjanjian Divestasi PTFI, Perjanjian Jual Beli Saham PT Rio Tinto Indonesia (PTRTI), dan Perjanjian Pemegang Saham PTFI.

"Selamat kepada Ibu Rini yang selalu terlibat dalam pengambil alihan saham. Inalum sebagai executor, proses tidak mudah, detail negosiasi yang saya akui ini proses pelik namun niat baik dari pemerintah Indonesia dan guidance Bu Rini, CEO FCX leadership, bisa penuhi kesepakatan 51 persen saham yang di tanda tangani dalam bentuk SPA," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/9).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menegaskan jika pemerintah melalui Kementerian Keuangan serius untuk menjaga iklim invetasi tanpa mengabaikan kepentingan rakyat. Oleh karena itu, dirinya berharap proses transaksi ini bisa lebih cepat terselesaikan. Kini, baik pemerintah maupun Freeport tinggal menyelesaikan masalah pembayaran saja.

"Terima kasih untuk Bu Rini, Pak Jonan dan Bu Siti. Ini proses negoisasi yang enggak mudah, dan dia juga perlu jelaskan shareholdernya di Amerika. Kami komitmen untuk menjaga iklim dan kepentingan rakyat. Ini penting bahwa Indonesia menarik untuk investasi. Kita bisa mewujudkan benefit yang sama-sama baik untuk negara dan investor. Saya harap transaksi bisa selesai dalam tepat waktu, dan kita bisa jalankan PTFI yang kita jaga terus kinerjanya," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up