JawaPos Radar

Pilpres 2019

Usai Ijtima Ulama Jilid 2, LSI Sebut Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik

27/09/2018, 23:42 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Usai Ijtima Ulama Jilid 2, LSI Sebut Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik
()
Share this image

JawaPos.com - Ijtima Ulama jilid 2 ternyata membawa dampak elektabilitas bagi pasangan Prabowo-Sandi. Suara kubu oposisi itu melonjak di segmen alumni 212.

Lonjakan elektabilatas tersebut terungkap dalam hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbarunya dengan isu setelah ‘Ijtima Ulama 2: Pergeseran Dukungan Capres-Cawapres’ dukungan untuk Prabowo-Sandi naik dan turun.

“Setelah Ijtima Ulama 2, dukungan untuk Prabowo-Sandi naik di segmen alumni 212. Pada bulan Agustus 2018 dukungan segmen ini terhadap Prabowo-Sandi di angka 61.1 persen. Pada bulan September 2018 menjadi 75.0 persen,” kata peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI, Rawamangun, Kamis (27/9).

Namun di kubu Jokowi-Ma’ruf, kata Ardian, pada bulan Agustus 2018 dukungan dari segmen ini di angka 27.8 persen. Pada bulan September 2018 turun menjadi 16.7 persen.

Sementara itu, dukungan Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Prabowo-Sandi justru menurun. Tecatat di bulan Agustus 2018 dukungan segmen NU sebanyak 27.0 persen. Pada Bulan September 2018 menjadi 26.1 persen.

"Hal sebaliknya terjadi pada Jokowi-Ma’ruf, pada bulan Agustus 2018 dukungan segmen NU sebanyak 54.7 persen, pada bulan September 2018 menjadi 55.5 persen. Setelah Ijtima Ulama 2, dukungan NU terhadap Prabowo-Sandi menurun, sedangkan untuk Jokowi-Ma’ruf naik,” katanya.

“Simpulannya, untuk segmen muslim Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi. Dua-duanya mengalami kenaikan dukungan. Namun dukungan segmen non muslim Ke Jokowi-Ma’ruf Naik drastis, sementara ke Prabowo– Sandi menurun drastis,” katanya.

Hasil survei nasional terbaru LSI Denny JA ini dilakukan pada tanggal 14-22 September 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 34 propinsi di Indonesia.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up